Buletin Prasasti Edisi 7: Berontak

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Berontak sempat jadi kata yang tabu bagi bangsa ini. Rezim milisteristik dan otoritarian sangat melarang beredarnya hal-hal yang berbau berontak. Rezim itu selalu mengacu pada gerakan-gerakan pemberontakan yang pernah dilakukan anak-anak bangsa. Puncaknya, pemberontakan ‘65 digunakan rezim tersebut sebagai dalil sahih bahwa pemberontakan apapun bentuknya, termasuk kritik harus ditumpas habis.

Saat ini, dalam konteks yang berbeda berontak memunculkan sifat-sifatnya kembali. Keinginan untuk merdeka hingga sikap-sikap anti status-quo mencerminkan pergeseran. Artinya, saat ini berontak tidak hanya dikaitkan dengan persoalan mengganti ideologi semata. Berontak, melalui karya-karya yang tertuang dalam lembaran buletin ini adalah cerminan dari nalar dan keinginan untuk merdeka setiap penulis yang disampaikan melalui karyanya. Mengutip Seno Gumira Ajidarma, ketika kritik dan pers dibungkam sastra harus bicara.

Salam pers mahasiswa, salam sastra muda

Editors:
Illustrators:
Genres:
(Visited 169 times, 1 visits today)

Buletin Prasasti Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts