Buletin Prasasti Edisi 31: Fantasmagoria

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Genre horor dalam sastra (atau disebut juga fiksi gotik), merupakan suatu bahasan yang jarang dibicarakan, setidaknya dalam khazanah sastra Indonesia. Padahal, jenis semacam ini sering kita temukan dalam sastra lisan.

Dalam sastra tulis, karya-karya Abdullah Harahap bahkan sempat tidak dianggap sebagai sastra. Hal ini tentu mengecewakan. Menurut DKJ, karya semacam ini diakui dalam kanon sastra barat, yang populer sejak munculnya The Castle of Otranto oleh Horace Walpole. Karya-karya penulis H.P. Lovecraft, seperti At the Mountains of Madness dan The Call of Cthulhu, muncul sebagai karya-karya ‘tidak waras’ yang kelak menginspirasi Jorge Luis Borges, Stephen King, sampai serial TV Buffy the Vampire Slayer.

Salah satu contoh lain yang paling terkenal adalah novel Frankenstein karya Mary Shelley yang menjadi ikon budaya populer hingga hari ini, setidaknya kerap menjadi referensi karakter-karakter monster. Bersamaan dengan tema horor kali ini, buletin ini juga ingin mengeksplorasi lebih jauh tema-tema yang sedikit banyak beririsan, yakni misteri, fiksi absurd, serta mitos dan legenda dalam sastra.

(Visited 76 times, 4 visits today)

Buletin Prasasti Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts