Buletin Prasasti Edisi 32: Personifikasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Bicara tentang “Personifikasi”, salah satu karya sastra dunia yang paling terkenal— Alice in Wonderland—agaknya dapat memberikan kita gambaran yang unik mengenai pertanyaan: bagaimana jika, benda-benda lain selain manusia memiliki sifat yang manusiawi? Kucing yang tertawa, ulat bulu yang bercerita, kartu yang marah-marah, dan lain sebagainya.

Ketika sebuah karakter non-manusia dipersonifikasi, alias diberi sifat-sifat selayaknya manusia, kita akan menemukan sudut pandang yang berbeda dengan biasanya. Hewan mungkin akan mempertanyakan hierarki dan relasi kuasa, seperti orangutan dalam novel “Kamu” karya Sabda Armandio. Pohon mungkin akan memprotes mengapa populasinya dibunuh dan dieksploitasi habis-habisan. Artinya, mereka bisa menjadi perantara sebuah kritik sosial, karena menekankan sudut pandang yang berbeda dengan manusia. Memberi benda “jiwa” juga dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan tertentu, seperti rasa sedih, imajinasi, perasaan kesepian, dll. Selain itu, gaya personifikasi ini juga seringkali muncul pada karya-karya petualangan yang biasanya mengisahkan tentang negeri ajaib, makhluk-makhluk mitologi, dan dongeng.

Buletin tema ini secara khusus akan mengangkat tema “Personifikasi”. Anda bisa menemukan karya-karya yang menggelitik kita untuk berpikir, bagaimana sudut pandang benda-benda dan mengapa kita perlu memikirkannya?

(Visited 106 times, 1 visits today)

Buletin Prasasti Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts