Lompat ke konten

Mati Lampu

Oleh: Hanisya Azzahra Larasati*

Suasana malam ini begitu mencekam. Diperparah dengan hujan, petir yang menggelegar, dan atmosfer kamarku yang tiba-tiba terkesan menyeramkan. Hal itu sukses memancing ketakutan terbesarku. Kamarku pun tiba-tiba menjadi sangat gelap. Aku pun mulai mencari saklar lampu untuk menghidupkannya supaya lebih terang. Baru saja ingin berdiri tetapi tanganku ditarik oleh temanku.

“Jangan dinyalakan! Biarlah seperti ini. Kau malah akan berteriak saat sudah terang,” kata temanku. 

Aku diam. Aku tidak mengerti maksudnya namun aku tetap menurutinya. Kemudian, aku duduk di pinggiran tempat tidur sambil memainkan ponselku, menelusuri dunia maya yang semakin aneh. 

“Nak! Sini turun sebentar bantu Ibu,  listriknya mati. Coba cari lilin supaya agak terang,” panggil Ibu dari bawah. 

Aku segera beranjak ke bawah, memenuhi panggilan ibu dan mulai mencari lilin di laci dapur dengan lampu senter dari ponselku. 

“Ah ketemu!” ujarku senang. 

Aku mengambil beberapa lilin untuk ditaruh di beberapa ruangan, termasuk kamarku. Sesampainya di kamar, aku menaruh lilin itu di meja belajarku lalu duduk kembali di atas tempat tidurku.

“Apa kau percaya kisah hantu?” temanku tiba-tiba bertanya. 

“Mungkin tidak. Apakah mereka menyeramkan? Seperti di film-film horor?” tanyaku.

“Iya, kamu akan melihatnya nanti” timpal temanku dan mengajakku untuk segera tidur untuk mengurangi rasa takutku.

***

2 jam sudah kami berdua tertidur dalam gelap. Temanku mulai membangunkanku yang tertidur pulas. 

“Listrik sudah tak padam. Coba nyalakan lampunya,” pinta temanku. 

Aku beranjak dari tempat tidur mencari saklar lampu dan menyalakannya. Saat lampu sudah menyala, aku hanya diam mematung. Aku menyadarinya sekarang. Bahwa aku hanya sendiri disini. 

“Apakah kau sudah percaya kisah hantu sekarang?” tanya temanku yang tanpa wujud.

(Visited 137 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswi jurusan Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Brawijaya angkatan 2021. Saat ini sedang aktif di Divisi Redaksi LPM Perspektif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?