Beranda Label Sastra Mahasiswa

Label: Sastra Mahasiswa

Pergi

Oleh: Christanti Yosefa* Suatu hari engkau akan terbangun di sela-sela tidurmu Lalu kau cari aku Basah matamu oleh rahasia Getar bibirmu mengucap doa. Kau cari-cari lembar terakhir jejak tanganku Kau...

Dinosaurus Kecil

Oleh: Amalia Permata Insani* Dinar berjalan dari kampus ke arah kos-kosannya. Membawa sejumlah kekosongan dan kesedihan ketika apa yang ia usahakan ternyata tidak membuahkan hasil....

Layu Sebelum Bersemi

Oleh: Sara Salim* Tepat seminggu lalu, aku masih sibuk membaca dan mempelajari peta pemikirannya. Berulang kali kubaca kembali tulisan-tulisannya dalam blog pribadinya. Ada dua hal...

Igau Pendosa Tua

*Oleh: Reyhan F. Fajarihza Ah ya. Dahulu kita hanya sekumpulan anak berusia belasan tahun yang berangan-angan tentang dunia. Dahulu kita punya mimpi-mimpi besar juga. Lucunya kita...

Disonansi Hati

Oleh: Sari Rimayanti* Seluruh asa serasa berhenti Gelisah datang silih berganti Tak ada rasa suka dalam hati Hanya duka yang mendalami   Terus berlari untuk sang mentari Tapi berhenti di kemudian...

RASA

oleh : Kendita Agustin M.A* Berbelit Seperti benang kusut Terngiang-ngiang "Kau ngapain?!" "Bodoh" "Ndeso" "Goblok" "Gak Jelas". Berputar memori zaman Ketika semua tampak semrawut Tak terkendali Marah, putus asa, dan benci Semrawut juga buku itu Penuh angka merah Malu,...

Asa

Oleh: Kendita Agustin M.A.* Sang fajar telah memanas Menyilaukan Sorot menyambut Awak selama ini mengebalkan diri Belakangan Asa itu telah datang Menyapa rindu yang bertandang Menyambut awak Sudut bibir itu tertarik Memandang...

Riuhnya Negriku

Oleh: Mitha Permatasari* Riuh sangat riuh Mengapa begini? Mengapa engkau hujani dengan kegaduhan Kegaduhan disini dan disitu   Kusut sangat kusut Mengapa begini ? Negriku yang dulu jadi begini Negriku gaduh karena hal...

Abu-abu

By : Graha Dwi Ludfiasari (pia)*   Secangkir teh hangat dikala hujan Memikirkan akan sebuah kepastian dalam lamunan Andai mesin waktu benar-benar ada Ingin ku intip ada apa dengan...

Menjauhlah Sebentar!

oleh: Putri RL* Kita terlalu dekat Kita terlalu sama Itulah kata mereka   Aku dan Kamu tak lepas dari kata Kita Mereka tak pernah melihatku sendiri karna aku kamu Aku bosan Kamu...