Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Atmosfer Perasaan

Oleh: Alvinna Ratna Duhita*
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Deretan awan kelabu

Berkolaborasi dengan awan putih

Nampaknya menimbulkan suatu arti

Sang mentari nyatanya tak menampakkan diri

Mungkin dia sedang muram,

Mungkin juga sedang merenung

Tak berapa lama detik berlalu

Telah digantikannya

oleh keberadaan langit mendung

Mengartikan tujuan si langit biru

Penanda rasa keluh kesah dan kecewa

Mengantarkan pada rintik hujan

Yang kala itu sebagai pelengkap

Akan adanya tangis pilu dari sang bumi

Dia menitipkan pesan

Jangan terlalu bersedih katanya

Hujanku ini sebagai nikmat

Bukan sebagai penemanmu

dikala menikmati rindu dan sendu

Sudah jangan terlalu bersedih

Toh akhirnya hujan kan terhenti

Kelak digantikannya

dengan goresan pelangi indah

penanda langit sudah riang kembali

(Visited 82 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya tahun 2020. Saat ini aktif sebagai anggota divisi Markom LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts