Lompat ke konten

Masjid FISIP UB Hingga Saat Ini Tanpa CCTV, Mahasiswa Mengaku Khawatir

Masjid Ibnu Khaldun FISIP UB (PERSPEKTIF/Kalila)

Malang, PERSPEKTIFMasjid Ibnu Khaldun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) hingga kini belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) di area dalam masjid. Meskipun terdapat laporan kehilangan barang dari jamaah, pemasangan CCTV di dalam masjid masih belum dijadikan prioritas oleh fakultas. 

Dekan FISIP UB, Ahmad Imron Rozuli, mengakui bahwa pemasangan CCTV di dalam masjid belum menjadi prioritas meskipun laporan kehilangan barang dari jamaah sudah diterima pihak fakultas.

“Sudah ada wacana untuk memasang CCTV di masjid, mengingat dari pihak fakultas sendiri sudah mendengar adanya keluhan mahasiswa yang barangnya hilang di masjid,” ujar Imron (22/5)

Imron menjelaskan bahwa pemasangan CCTV saat ini masih diprioritaskan di area yang dinilai lebih komunal, yakni di sekitar ruang kelas Gedung B. Area dalam masjid belum masuk dalam rencana pemasangan dalam waktu dekat.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh mahasiswa. Dani (bukan nama sebenarnya) salah satu mahasiswa FISIP mengaku mengetahui bahwa CCTV hanya terpasang di lorong, bukan di dalam ruang masjid.

“Lumayan takut, sih, ya. Karena masjid ini ‘kan public space, jadi nggak menutup kemungkinan ada tindak kejahatan,” ujarnya (18/5).

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh anggota Islamic Social Science Community (ISSC). Ia mengungkapkan bahwa ada anggota ISSC yang pernah mengalami kehilangan barang di masjid, namun kesulitan melapor karena tidak mengetahui alur pengaduan yang tersedia.

“Menurutku perlu banget buat pengawasan dan masalah keamanan, dan juga bisa membantu teman-teman yang kehilangan, bisa juga buat mengurangi jumlah kehilangan sama mencegah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Maya (bukan nama asli), perwakilan ISSC (26/5).

Selain pemasangan CCTV, Maya juga menyarankan agar fasilitas loker penyimpanan barang jamaah diperbanyak sebagai langkah mitigasi tambahan.

Sementara itu, pengurus Masjid Ibnu Khaldun belum bersedia memberikan keterangan kepada LPM Perspektif dan menyarankan agar pertanyaan dialihkan kepada Wakil Dekan II. Karena Wakil Dekan II berhalangan untuk diwawancarai, LPM Perspektif kemudian menghubungi Dekan FISIP UB secara langsung.

(fdn/kz/ryn/saz)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?