Lompat ke konten

Resensi Film Incendies: Ketika Konflik Menyebabkan Pencarian Tiada Henti

Gambar: Poster resmi Incendies (2010).
Gambar: Poster resmi Incendies (2010).
Oleh: Muhammad Fatih*

Judul Film: Incendies

Genre: Drama – Misteri – Perang

Sutradara: Denis Villeneuve

Produser: Luc Déry dan Kim McCraw

Studio Produksi: Micro_scope

Asal Negara: Kanada

Durasi: 130 menit

Tahun Rilis: 2010

Karya Denis Villeneuve tahun 2010 adalah representasi dari konflik sosial yang tak kunjung usai. Film ini menceritakan tentang dua saudara kembar yakni Simon Marwan dan Jeanne Marwan yang mencari kakak dan ayah mereka, setelah baru mengetahui melalui surat wasiat ibu mereka (Nawal Marwan) usai meninggal tanpa penyebab yang pasti. Pencarian kedua bersaudara ini sekaligus mengungkap masa lalu dari ibu mereka sendiri.

Melalui film ini, kita bisa melihat karakter Nawal Marwan, ibu dari dua anak kembar tersebut, seorang wanita yang secara langsung terkena dampak perang. Perjalanan dua anaknya di suatu negara timur tengah usai konflik antar dua agama tak terselesaikan sungguh menarik untuk disaksikan. Meskipun sepanjang film tidak diungkapkan mereka ada di negara mana, peran para karakter dari berbagai kalangan sungguh terasa dalam memperdalam perang horizontal. Pencarian Simon dan Jeanne perlahan berubah dari sekadar menjalankan wasiat menjadi pencarian identitas. Semakin jauh mereka menggali masa lalu, semakin kabur batas antara menemukan keluarga dan menemukan diri sendiri.  Ditambah bagaimana faktor psikologis Narwan dalam mengambil keputusan setelah putus asa menjalani hidup di negara tersebut membuat kita empati terhadap karakter-karakter di film ini.

Luka akibat konflik tidak hanya dirasakan oleh generasi tersebut, akan tetapi dalam film ini generasi selanjutnya merasakan dampak psikologisnya. Perjuangan panjang sang tokoh mencari kemerdekaan secara pribadi sangat terlihat melalui film ini. Fakta yang terungkap satu demi satu membuat kita penasaran dengan akhir atau siapakah kakak dan ayah mereka. Alur cerita maju mundur membuat kita tetap anteng di depan layar sambil mengawang-awang apa yang terjadi selanjutnya. Walaupun incendies merupakan film berbahasa prancis dan arab, substansinya tidak membuat kita  jenuh hingga pengungkapan fakta terakhir setelah kita melalui pengembangan dan latar belakang tokoh.

Dari sisi teknis sangat banyak hal-hal positif yang bisa diambil. Mulai dari latar dan produksi desainnya sangat menggambarkan situasi yang terjadi. Teknik pencahayaan membuat seolah-olah kita benar benar ada disitu. Apalagi akting Lubna Azabal sukses menampilkan emosi yang membuat penonton terbawa dengan perjalanannya. Tidak hanya itu, akting para pemeran bantuan membuat suasana menjadi sangat serius sesuai dengan latar yang gelap tidak heran jika film  ini memenangkan banyak gelar hingga masuk nominasi Academy Award untuk kategori Best Foreign Language Film berkat berbagai aspek yang memukau.

Meski ada beberapa bumbu yang hilang untuk beberapa orang, seperti alurnya terasa sangat lambat untuk memperkaya latar belakang tokoh pada awal film ini. Justru dari keputusan sang sutradara, Denis Villeneuve, bisa membuat kita merasakan emosi dari tokoh-tokoh yang ada sepanjang film. Incendies berhasil memperlihatkan bagaimana konflik tidak pernah benar-benar selesai. Konflik akan terus hidup dalam ingatan, trauma, dan generasi yang lahir setelahnya. Yang ditinggalkan perang bukan hanya hancurnya bangunan, tetapi juga luka yang diwariskan dari manusia ke manusia.

(Visited 88 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan staf magang divisi redaksi LPM Perspektif 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?