Malang, PERSPEKTIF – Fasilitas toilet disabilitas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) masih terbilang cukup terbatas. Hingga saat ini, toilet disabilitas belum tersedia secara menyeluruh di setiap lantai Gedung B maupun Gedung C. Keterbatasan akses tersebut berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar dan mobilitas harian para mahasiswa difabel.
Adanya toilet di setiap lantai merupakan hal yang penting bagi mahasiswa difabel, khususnya difabel tunadaksa. Ana (bukan nama sebenarnya), salah seorang mahasiswa tunadaksa FISIP UB menjelaskan kesulitannya. Kondisi lift yang seringkali mengantri, ditambah dengan fasilitas toilet yang hanya ada di lantai tertentu, membuat mereka mencari solusi agar tidak perlu menggunakan toilet selama berada di kampus.
“Memang teman-teman daksa ini kendalanya ada di mobilitias. Namun, di tempat-tempat umum termasuk kampus ini, toiletnya justru cenderung susah untuk diakses. Sedangkan, toilet itu adalah kebutuhan yang semua orang pasti butuh,” pungkas Ana (18/05).
Meski demikian, belum ada satu pun pengaduan resmi yang masuk ke pihak fakultas mengenai kendala toilet disabilitas ini. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa masih kebingungan mengenai cara pengaduan, ditambah lagi belum adanya sosialisasi yang jelas mengenai saluran aspirasi khusus di tingkat fakultas.
“Kalau pengaduan langsung itu harus ke siapa? Seperti apa menyampaikannya?” ungkapnya.
Untuk merespons permasalahan toilet ini, Surya selaku Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UB menegaskan bahwa pihak mereka tidak tinggal diam. Walaupun belum menerima laporan tertulis dan hanya mendengar keluhan melalui obrolan sesama mahasiswa, isu pembahasan toilet ini sudah dibawa ke dalam forum titik temu.
“Karena memang menurut kami ini juga hal yang perlu dipatuhi, dilihat juga oleh teman-teman lainnya. Terlebih, kita juga sebagai fakultas yang ramah disabilitas, ya.” jelas Surya (21/05).
Surya juga menambahkan, pihak Advokesma akan membagikan notulensi forum tersebut di media sosial agar bisa dikawal bersama. Meski dari hasil diskusi terakhir dengan pihak fakultas belum memiliki rencana untuk menambah unit toilet disabilitas dalam waktu dekat, BEM FISIP UB berjanji akan selalu memfasilitasi setiap aspirasi yang tersampaikan ke pihak fakultas.
Kedepannya, baik mahasiswa difabel maupun pihak advokasi mengharapkan perbaikan fasilitas sesuai standar, seperti toilet dengan pintu model dorong, pegangan kloset, wastafel rendah, penambahan paving block di setiap lantai, hingga penyediaan lift khusus disabilitas. (dz/dr/lzh)





