Malang, PERSPEKTIF – Sejumlah mahasiswa turun dalam Aksi Kamisan Malang ke-136 yang bertajuk “Perempuan Menyangga Setengah Langit”. Aksi digelar dalam rangka menanggapi kasus pelecehan seksual yang terjadi di Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI). Aksi diselenggarakan pada Kamis (17/04), berlokasi di Taman Wilhelmina.
Kasus pelecehan seksual di FH UI yang melibatkan 16 mahasiswa mendapatkan atensi besar di media sosial akhir-akhir ini. Melalui aksi kali ini diharapkan angka kasus kekerasan seksual di kalangan mahasiswa dapat diminimalisir atau bahkan dihapus, sehingga ruang aman dapat tercipta.
Melati (bukan nama sebenarnya), selaku partisipan dan ikut melakukan orasi dalam aksi, menanggapi kasus pelecehan seksual ini dengan keras.
“Aku tidak mau sama sekali ada kekerasan seksual lagi, entah perempuan ataupun laki-laki itu dijadikan sebuah objek. Kita ini manusia yang memiliki kodratnya tapi dengan enteng yang dijadikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab sebagai objek. Karena masih banyak banget teman-teman yang menganggap kalau ini itu cuma becandaan ataupun normal day di chat grupnya cowok,” ujarnya (17/04).
Melati berharap agar kasus kekerasan seksual ini terus dikawal sampai ditemukan penyelesaian, serta usut tuntas pelaku, jangan sampai hanya viral sesaat.
Terkait aksi lanjutan, Melati masih belum bisa memastikan, namun akan dikonsolidasikan lagi dengan teman-teman pergerakan lainnya.
(fdn/nat)





