Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

PEMIRA UB 2019 Minim Sosialisasi dan Tanpa Pawai Calon

Sepi- Bundaran Rektorat Universitas Brawijaya tampak sepi (PERSPEKTIF/ Patricia)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Brawijaya (UB) 2019 minim sosialisasi. Hal ini, salah satunya, terbukti dari tidak adanya Pawai dalam rangkaian PEMIRA UB 2019.

Tiara Bakhtiar, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2019, mengatakan bahwa ia hanya mengetahui sedikit tentang PEMIRA UB 2019. “Saya tahu informasi PEMIRA hanya sedikit dari teman, senior, dan media sosial,” ujarnya pada Selasa (12/11).

Tiara menilai, cara penyebaran informasi melalui akun media sosial tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru UB 2019, tentang PEMIRA. “Kalau dari socmed sepertinya kurang efektif karena ketika aku ngobrol dengan teman-teman, masih banyak yang bahkan tidak tahu apa itu PEMIRA, apalagi calon-calonnya,” ujarnya yang juga mengharapkan adanya pawai calon seperti tahun lalu agar mahasiswa baru dapat mengetahui wajah calon-calon pada PEMIRA UB 2019.

Menanggapi hal tersebut, Arrafathoni Rizqi selaku ketua pelaksana meyatakan alasan dihapuskannya pawai karena dinilai tidak lagi efektif sebagai sarana mengaitkan semua fakultas dan digantikan dengan sosialisasi ke Fakultas Fakultas.

“Sosialiasi itu lebih seperti pawai tahun lalu tapi bedanya pawai dilakukan dengan berkeliling dan terpusat, sedangkan sosialisasi saat ini, kami (panitia PEMIRA, red.) yang mendatangi fakultas-fakultas. Menurut historikal pun, pawai itu tidak seramai yang diinginkan, padahal ‘kan untuk memeriahkan. Daripada tidak sesuai tujuan dan buang-buang tenaga, jadi ditiadakan saja,” tuturnya.

Arrafathoni menambahkan, “Untuk mahasiswa baru yang ingin mengetahui calonnya, seharusnya datang di Uji Publik yang bersifat terbuka di Lapangan Rektorat sebagai upaya kami memfasilitasi semua calon agar dapat dikenal publik.”

Sementara itu, Aufassuluki Hambali, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2017, yang sudah pernah menjadi partisipan dalam PEMIRA di tahun sebelumnya memaklumi persoalan tersebut. “Memperkenalkan kepada satu kampus dengan waktu yang singkat itu susah,” ujarnya.

Menurut Aufassuluki, meskipun sosialisasi dari Panitia PEMIRA kurang, mahasiswa tetap bisa mengetahui tata cara dan teknis pemilihan melalui sosialisasi Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) fakultas, karena sosialisasi tersebut juga mencakup soal PEMIRA.

PEMIRA UB 2019 telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pada tanggal 22-25 Oktober dengan cara mendatangi fakultas-fakultas di Universitas Brawijaya. Sementara itu, Uji Publik 1 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Uji Publik 2 Eksekutif Mahasiswa (EM) juga telah dilaksanakan pada 13-14 Oktober lalu untuk memperkenalkan para calon legislatif dan eksekutif yang akan dipilih menggunakan sistem e-vote pada 20 November nanti. (ist/mrp/pch)

(Visited 219 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts