Lompat ke konten

Minimnya Volunteer SLDPI di UB Dieng Hambat Aksesibilitas Mahasiswa Disabilitas

PLD UB (PERSPEKTIF/Nabila)

Malang, PERSPEKTIF – Minimnya jumlah volunteer di Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (SLDPI) Universitas Brawijaya (UB) menyebabkan aksesibilitas mahasiswa disabilitas (difabel) di Kampus UB Dieng terganggu dalam mendukung proses pembelajaran. SLDPI UB sendiri terletak di Kampus Veteran yang relatif dekat dengan fakultas-fakultas di kampus utama, namun tidak dengan Kampus Dieng.

Kekurangan tersebut berdampak pada mahasiswa difabel UB Dieng kesulitan dalam mendapatkan volunteer untuk membantu mereka menjalani perkuliahan. Bintang (bukan nama asli), salah satu mahasiswa difabel daksa dari Fakultas Vokasi angkatan 2023 mengatakan bahwa sebagai pengguna kursi roda, ia memerlukan volunteer untuk membantunya bermobilitas di kampus. 

“Di UB Dieng susah banget dapat pendamping, karenakan ini di kampus UB DIENG ya, di kampus 2, itu jauh banget sama UB Veteran,” ujar Bintang saat diwawancarai melalui G-Meet (14/04).

Ketiadaan volunteer ini kadang membuatnya terpaksa tidak dapat mengikuti perkuliahan sebab mobilitasnya di kampus bergantung pada keberadaan volunteer.

Alda (bukan nama sebenarnya), salah seorang volunteer dari jurusan Ilmu Gizi, mengungkapkan bahwa minimnya jumlah volunteer di UB Dieng sering kali memaksa satu pendamping melayani 5 hingga 7 mahasiswa tuli sekaligus dalam satu kelas. 

Tak hanya itu, Alda juga menjelaskan bahwa kondisi ini diperparah dengan sulitnya mencari pendamping pengganti karena kendala jarak dan biaya transportasi menuju Kampus Dieng yang lebih besar dibandingkan Kampus Veteran.

“Oke, mungkin kalau di UB Dieng tuh kesulitannya ketika kita lagi nggak bisa, terus kita harus cari pengganti itu tuh biasanya lebih sulit dibandingkan kita cari pengganti untuk mendampingi di UB Veteran.” ujarnya (13/04). 

Kesulitan ini terkadang membuatnya tidak bisa mencarikan pengganti dan berujung para mahasiswa harus menggunakan aplikasi untuk transkrip untuk menangkap perkataan dosen maupun mahasiswa yang sedang berpresentasi. 

Nastaim, seorang Staf SLDPI yang menangani sistem pendampingan di UB mengonfirmasi bahwa sulitnya volunteer yang mau mendampingi di UB Dieng seringkali disebabkan jarak ke UB Dieng yang jauh dan memakan waktu, selain karena minimnya volunteer yang berasal dari UB Dieng itu sendiri.

Nastaim menjelaskan bahwa sistem pendampingan yang umum digunakan adalah melalui website enablink.ub.ac.id. Website tersebut akan menjaring dan mencocokan volunteer dan mahasiswa difabel berdasarkan fakultas, prodi, dan keilmuan yang sama.

“Masalahnya ketersediaan volunteer yang mau mendampingi di Dieng itu yang sedikit. Karena yang damping di Dieng itu filternya lebih banyak, selain yang satu jurusan, satu fakultas, satu keilmuan. Terus ditambah jarak dan beberapa volunteer itu nggak ada kendaraan. Dari semua pertimbangan-pertimbangan dan filter-filter itu maka akhirnya banyak yang menolak untuk mendampingi di Dieng,” papar Nastaim (10/04).

Menyikapi masalah-masalah yang muncul, SLDPI sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif seperti mengganti sistem pendampingan yang sebelumnya melalui enablink, diubah menjadi manual demi menemukan pendamping yang tepat dan bersedia mendampingi ke UB Dieng. 

Selain itu, Nastaim juga menjelaskan bahwa SLDPI sudah memiliki driver untuk mengantarkan volunteer ke Dieng, namun karena berbagai kendala jarak dan waktu, fasilitas penjemputan ini pun tidak dapat mengatasi masalah dengan optimal, mengingat pramudi layanan antar jemput ini hanya satu orang sementara ada beberapa volunteer yang bisa mendampingi dalam waktu berdekatan.

Lebih lanjut, Nastaim memaparkan jika SLDPI UB masih terus mengalami masalah komitmen dari volunteer. 

“Meskipun kita masih memberikan honor dan sertifikat dan sebagainya, tapi tetap kita masih kesulitan dalam hal komitmen volunteer,” jelas Nastaim. 

Nastaim menyatakan jika ini juga menjadi catatan dalam mencarikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan volunteer.

(NK, DZ, FTS, nat)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?