Lompat ke konten

Urgensi Dipertanyakan, Eksistensi Tobacco Center FISIP di Tengah Minimnya Aktivitas

TRDC Gedung C FISIP UB (PERSPEKTIF/Nabila)

Malang, PERSPEKTIF – Tepat pada Oktober 2025 lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) meresmikan Tobacco Resource Development Corner (TRDC) yang kini menempati ruangan bekas SDGs FISIP di Lantai 4 Gedung C. Kehadiran pusat ini disebut-sebut menjadi langkah strategis dalam mengembangkan kajian tembakau dari perspektif ilmu sosial dan politik. Namun, hingga kini, urgensi pembentukannya justru masih dipertanyakan oleh sebagian kalangan mahasiswa. 

Moh. Anas, selaku koordinator TRDC menyebut pembentukan TRDC dilatarbelakangi oleh potensi tembakau sebagai komoditas strategis yang selama ini menjadi tumpuan hidup banyak petani. FISIP disebut ingin menghadirkan perspektif lintas keilmuan, mulai dari politik, komunikasi, hingga sosiologi untuk mengkaji tembakau tidak semata sebagai produk industri, tetapi sebagai bagian dari relasi sosial, ekonomi, dan kebijakan publik. 

“Karena FISIP itu kan ada politik jadi bagaimana politik tata kelola tembakau yang mensejahterakan rakyatnya bukan  mensejahterakan oligarki kapitalisnya,” ujar Anas (14/04).

Ia menambahkan bahwa pendekatan sosiologis, misalnya, diharapkan mampu melahirkan kajian sociology of tobacco yang menyoroti dampak sosial komoditas ini, termasuk relasi antara petani, buruh, dan industri.

Selain itu, faktor geografis turut menjadi alasan pemilihan tembakau sebagai fokus riset. Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat industri rokok nasional sehingga dinilai relevan untuk dikaji lebih dalam, termasuk persoalan rokok ilegal, kebijakan pemerintah, hingga dinamika pasar global.

Meski demikian, implementasi gagasan tersebut belum tampak jelas. Anas mengakui bahwa TRDC saat ini masih berjalan secara volunteer tanpa dukungan anggaran khusus. Hal ini berdampak pada terbatasnya kegiatan serta pengelolaan platform informasi, termasuk website dan media sosial.

“Bukan tidak aktif. Kita sedang mencari kira-kira bagaimana pengembangan-pengembangan riset Tobacco ini biar nanti kiprahnya lebih luas,” jelasnya.

Ke depan, sebagai langkah strategis TRDC berkomitmen untuk menghidupkan kajian-kajian mengenai produk tembakau sebagai komoditas unggulan. Langkah ini juga menjadi bagian dari kampanye untuk mensosialisasikan potensi tembakau di luar industri rokok konvensional.

DRRA/YZN/DH/Pa

(Visited 11 times, 11 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?