Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Berdayakan Musik Reggae, HIMASIGI Gandeng Komunitas Napi di Lapas

Kolaborasi – Grup Band Makaryoman dengan personil narapidana lapas membawakan lagu ciptaan sendiri dengan berkolaborasi bersama Komunitas Arek Reggae Malang (Perspektif/Ayu Isma)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASIGI) mengadakan acara pemberdayaan musik reggae bersama narapidana (napi) Lapas yang diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas 1 Lowokwaru pada Sabtu (28/9) lalu. Acara yang merupakan bagian dari perhelatan hari ulang tahun HIMASIGI ini mengangkat tema “Pembebasan” serta melibatkan Makaryoman, komunitas narapidana lapas yang bergerak di bidang musik dan seni kerajinan lainnya.

Ketua Pelaksana, Candhika Setiawan Putra, menyampaikan bahwa tujuan pemberdayaan musik Reggae pada narapidana ini adalah sebagai media edukasi dan penyampaian pikiran. “Karena pembebasan paling dasar adalah pembebasan pikiran dan pembebasan itu dialirkan lewat media musik dengan lirik-lirik yang kritis”, ungkapnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini, HIMASIGI bermaksud untuk memberdayakan Makaryoman, khususnya dalam bidang musik. “Makaryoman ingin agar (jurusan) Sosiologi bisa menjadi perantara mereka dengan dunia luar, dan Sosiologi pun menjadi satu-satunya yang bisa menjangkau mereka,” jelas Candhika.

Dalam acara ini, Makaryoman membawakan lagu-lagu yang sarat akan tema pembebasan. Lagu-lagu berjudul “Tanpa Batas” dan “Kami Tetap Bertahan” memiliki makna tersendiri bagi para napi.  “Intinya, kita ingin semuanya tahu, kalau kita yang dipenjara di sini tidak semata-mata menyerah pada keadaan, tetapi kami juga tetap bertahan. Artinya, kami tetap berkarya dengan apa pun bentuknya,” tutur Fikri Afif, vokalis Makaryoman.

Tak hanya Makaryoman, kegiatan ini juga turut menggandeng komunitas “Arek Reggae Malang,” Erina Ika Septiani, perwakilan Komunitas Arek Reggae Malang menuturkan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini adalah sebagai pembina Makaryoman. “Kami turut membantu dalam pembuatan musik, instrumen, sampai dengan bagaimana cara membentuk band yang kuantitas dan kualitasnya baik,” tuturnya. (ais/chr/pch)

(Visited 168 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts