Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Lamanya Masa Studi Mahasiswa dan Tingginya Angka DO di FISIP, Jadi Penghambat Naiknya Akreditasi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

 

Malang, PERSPEKTIF –  Semua program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB)  masih terakreditasi B. Ada beberapa kendala yang menjadi penghambat naiknya akreditasi menuju A. Antara lain, rata-rata angka keterlambatan kelulusan mahasiswa dan tingginya angka Drop Out (DO).

Hal itu diutarakan oleh Siti Kholifah, selaku Wakil Dekan (WD) I bagian akademik yang mengungkapkan bahwa masalah akreditasi program studi di FISIP sendiri dipengaruhi oleh masa studi mahasiswa dan angka DO.

“Terus terang saya memantau langsung perkembangan mahasiswa. Ketika rata-rata mahasiswa masih lulus di atas empat tahun dan jumlah yang di DO masih tinggi, akreditasi A akan semakin sulit didapat,” terang Siti Kholifah (25/9)

Hal senada juga diungkapkan oleh Anthoni selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi. Ia turut mengeluhkan lambatnya masa studi mahasiswa dan angka DO sebagai penghambat peningkatan akreditasi.

“Cukup banyak mahasiswa kita yang lulus di atas lima tahun, sehingga mempengaruhi persentasi tahun kelulusan. Selain itu, jumlah mahasiswa yang di DO juga cukup besar. Dua hal ini merupakan indikator penting dalam penentuan akreditasi yang kemudian menyebabkan sulitnya akreditasi kita naik,”ungkap Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut pada (04/10).

Menanggapi permasalahan tersebut, pihak akademik FISIP akan membuat program pertemuan dengan orang tua mahasiswa sebagai upaya pengontrolan bersama antara mahasiswa, dosen, dan orang tua.

WD I menjelaskan bahwa akan bekerja sama dengan ketua program studi lain untuk melaksanakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa untuk mengontrol tugas akhir mahasiswa dan menekan angka DO. Selain itu upaya preventif juga akan dilakukan kepada mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 untuk mengurangi lamanya masa studi tersebut.

“Untuk itu, saya sudah bekerjasama dengan program studi lain untuk mengumpulkan angkatan 2011 sebelum Ujian Tengah Semester (UTS). Kemudian, Setelah UTS angkatan 2016 dan 2017 juga akan dikumpulkan . Orang tua akan kita kasih password sehingga kontrol itu bukan hanya di kita tapi juga orang tua mahasiswa,” tuturmya pada (25/9).

Program pengumpulan orang tua mahasiswa semester akhir telah diimplementasikan di jurusan Ilmu Komunikasi. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi juga menjelaskan bahwa mereka telah mengumpulkan orang tua mahasiswa semester 13.

Tujuannya adalah untuk mengontrol bersama perkembangan tugas akhir mahasiswa sehingga kelulusan tidak mencapai batas maksimal. Bahkan, untuk Jurusan Ilmu Komunikasi sendiri sudah memiliki tim khusus yang bekerja untuk membantu pengawasan kepada mahasiswa semester akhir.

 “Selain itu, mereka juga akan mengadakan kegiatan-kegiatan semacam workshop dan pelatihan terkait tugas akhir untuk mahasiswa angkatan bawah sebagai bentuk upaya preventif,” pungkas Anthoni. (frd/lta/dnd)

(Visited 872 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts