Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Bintik Hitam

Ilustrasi Sastra, Bintik Hitam, Oleh: Shadinta Aulia
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Ilustrasi Sastra, Bintik Hitam, Oleh: Shadinta Aulia

By : Retno Wulandari*

Bintik kecil dibalik celah

Mengintip tangis, nanah, dan darah

Milik mereka, sang pemilik receh diatas kuku-kuku hitam

Ah, tapi mereka berubah

Saat receh menjadi dollar, dari iba menjadi hina

 

Lalu mereka yang menari

Di atas istilah upeti yang mereka langgar sendiri

Suara lantang dari kerongkongan yang berongga

Tak mampu dipercaya

Menaiki delman berkuda petani

 

Kini bintik menatap dua titik

Pemilik cinta yang menguar di sekujur tubuhnya

Saat Bunda berkata, tiada jalan sepanjang kasihnya

Namun darahnya mengalir tak luput dari nista

Ia merintih merasa ditelanjangi

Kedua matanya terbelit selendang merah miliknya sendiri

Di hadapan penguasa, buta akan derita

 

Aku pun menatap aku

Aku menatap bukan aku di dalam diriku

Kecil merangkak, berjalan, lalu merangkak dan bersujud

Dulu butuh air susu kini butuh di aku

Menghadap Sang Satu menahan malu

Hingga berakhir abu, takkan habis asaku

*penulis adalah mahasiswi jurusan Manajemen Universitas Brawijaya

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts