Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Penyediaan Ruang Ibadah Bagi Mahasiswa Non-Muslim Kurang Maksimal  

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Ketersediaan ruang untuk kegiatan keagamaan bagi mahasiswa non-muslim, yang ada di Universitas Brwaijaya (UB) dirasa masih kurang maksimal.

“Sejauh ini kita ibadah di ruangan kelas kuliah yang sebenarnya dari segi sarana dan prasarana kurang mendukung. Seperti tempat kurang luas dan sound tidak ada,” jelas Christian Bayu Prakoso, Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen.

Mahasiswa jurusan Psikologi ini juga menuturkan bahwa dirinya sudah mengadvokasi masalah ruang ibadah tersebut kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP). “Baru kemarin kita cari ruangan yang lebih luas dan diusahakan bisa digunakan. Mereka yang izin-in ke dekanatnya,” tambah mahasiswa angkatan 2014 ini.

Kendala ruangan ini pun diakui oleh Gede Satria Harinamanata, mahasiswa UB beragama Hindu. “Karena ruangan-nya kecil, sedangkan per tahun itu ada 130 mahasiswa beragama Hindu, yang menjadi masalah dimana kita melakukan ibadah per hari,” ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) angkatan 2015 ini.

Ia menambahkan, tidak harus membangun Pura sebagai tempat beribadah. Namun ia mengharapkan, tersedianya ruangan yang dapat digunakan secara leluasa oleh mahasiswa yang beragama Hindu untuk melakukan ibadah.

“Kebanyakan teman-teman lebih setuju untuk menggunakan ruang sesuai kebutuhan. Daripada harus membangun Pura karena ribet. Kalau bisa tidak harus dengan meminjam tempat,” ujar Gede.

Gede juga menyayangkan hanya ada satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Unit Aktivitas Kerohanian Hindu Dharma (UNIKAHIDA), yang menaungi mereka. Lingkup UKM itu pun Universitas.

Menanggapi hal itu, Teguh Ansori, Staf Administrasi Pusat Pembinaan Agama (PPA) UB mengatakan bahwa memang tidak ada tempat ibadah untuk non-muslim di UB.

“Mengenai tempat peribadahan persediaannya tidak ada di sini, kan di sini mayoritas agama Islam. Jadi tempat peribadahan masih belum ada. Agama non muslim kegiataan-kegiatannya masih ke tempat peribadahan masing-masing di luar kampus,” jelas Teguh ketika ditemui Kamis (10/11) di ruangan-nya. (ran/edf/lta)

 

(Visited 196 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beda

Iklan

E-Paper

Popular Posts