Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tugas Maba Tak Jauh Beda Dengan Tahun Lalu

Malang, PERSPEKTIF Pengenalan Kehidupan Kam­pus Mahasiswa Baru (PKK Maba) sudah memasuki hari kedua (1/9). Pada hari ini penugasan berbeda dengan hari pertama se-perti tugas buku. Pada hari kedua kesatria muda wa­jib mengerjakan tugas buku seperti menulis apa yang diketahui tentang progam studi (Pro­di) dan jurusan yang ada di Fakul­tas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), di­tambah membuat life mapping dan juga merangkum materi.

Tugas life map­ping berbentuk gambaran rencana kehidupan yang akan dijalani maba selama berkuliah di FISIP Universi­tas Brawijaya (UB). Sementara rangkuman materi dilakukan dengan mengunduh materi yang ada di website FISIP dan merangkumnya se­belum hari pelaksanaan. “Tu­juan merangkum materi un­tuk menghindari kekosongan pikiran para kesatria muda, sehingga ketika di kelas sudah mengetahui materi yang akan disampaikan,” ungkap Nur­shadrina selaku Koordinator Acara.

Penugasaan pada tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu. Nurshadrina menambah­kan, secara umum, penugasan tahun ini sama dengan tahun lalu yaitu berfokus pada hal-hal yang bersifat pengenalan kampus. Walau relatif sama, ada beberapa tugas yang tidak diberlakukan lagi, seperti ti­dak diberikannya surat hitam dan surat merah muda kepada panitia yang diinginlkan.

“Tugas itu melalui acc dari dosen. Dosen melihat bah­wa hal-hal seperti organisasi, tata kerja FISIP, penulisan mars FISIP, itu hal-hal yang membuat kesatria muda FISIP kenal tentang kam­pusnya,”tambah Nur­shadrina.

Ia juga menam­bahkan standar pe­nilaian tugas terdiri dari kelengkapan dan pemahaman dari ma­teri yang didapatkan.

“Subjektifitas san­gat sulit dihindari, namun dari teman-teman acara sendiri sudah mencoba brief­ing ke fasil (fasilita­tor), agar kita bisa satu tujuan, satu pandan­gan dalam memberi­kan penilaian,” tutur mahasiswa Hubungan Internasional (HI) itu.

Menanggapi penu­gasan yang diber­ikan, Fadil, salah seorang mahasiswa baru Hubungan Internasional, mengatakan bahwa penugasan yang diberikan tidak terlalu sulit dibandingkan dengan Fakultas lain.

“Kalau dibandingkan den­gan Fakultas lain kan ada yang aneh-aneh gitu, dan waktu yang diberikan untuk menger­jakan penugasan cukup,” terang Fadil. (ttm/shv/ade)

(Visited 647 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts