Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

‘Aspiratif’ Menjadi Tawaran Para Calon

Debat Terbuka – Mahasiswa FISIP antusias menyaksikan debat terbuka sebagai salah satu rangkaian Pemilwa 2015. Senin (14/12). (Perspektif/Ade)

Debat Terbuka – Mahasiswa FISIP antusias menyaksikan debat terbuka sebagai salah satu rangkaian Pemilwa 2015. Senin (14/12). (Perspektif/Ade)

Malang, PERSPEKTIF Rangkaian Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa) telah sampai pada tahap debat terbuka yang dilaksanakan pada Senin pagi (14/11) di gazebo belakang gedung Prof.Yogi Sugito Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya. Debat terbuka pertama merupakan debat antar calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang dibagi menjadi dua kloter. Pada kloter pertama, kata “aspiratif” menjadi jualan para calon.

“Karena kembali lagi dari fungsi DPM itu sendiri sebagai jembatan antara mahasiswa dengan pihak dekanat dan jajarannya,” ungkap Aditya Saririning calon DPM nomor urut 9 tentang alasan aspiratif menjadi salah satu visi dan misinya.

Senada dengan Aditya Saririning, M. Imam Faisal, selaku calon anggota DPM nomorurut 4 juga menyatakan penyaluran aspirasi sebagai salah satu fungsi dari DPM itu sendiri.

“Dalam fungsi DPM itu ada yang namanya advokasi, advokasi ini tujuannya untuk menghimpun bagaimana keluh kesah mahasiswa terhadap lingkungan FISIP,” ungkapnya.

Lelaki berkacamata ini menambahkan bahwa fasilitas juga merupakan salah satu bentuk aspirasi yang tidak tersampaikan. “Dari tiap tahun sejak saya jadi mahasiswa di FISIP, selalu saja permasalahannya sama, yaitu fasilitas hal tersebut karena tidak adanya pressing yang kuat dari mahasiswa ke dekanat,” ungkap mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut.

Banyaknya gagasan untuk menjadi DPM yang aspiratif dalam visi dan misi para calon pun membuat panelis pada debat terbuka tersebut mempertanyakan bagaimana nantinya bentuk pertanggungjawaban dan langkah-langkah yang digunakan untuk menampung aspirasi.

Pada debat terbuka tersebut calon nomor urut 5, Agus Arif Yanto mengatakan bahwa dirinya ingin menciptakan hubungan yang nyaman diantara tiap elemen kampus baik dekanat,himpunan,Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM),dan juga mahasiswa sendiri.Lebih lanjut, mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut berkata denga karakter dirinya ia ingin menampung aspirasi dengan cara curhat yang dilakukan dengan nyaman. (shv/lkr)

(Visited 89 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts