Malang, PERSPEKTIF – Pelaksanaan RAJA Brawijaya (Rabraw) 2026 menuai keluhan dari sejumlah mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) terkait penugasan dan penyampaian informasi yang dinilai mendadak serta tidak konsisten. Keluhan tersebut mencuat di media sosial X, terutama mengenai keterlambatan pembagian guidebook, tenggat tugas yang berdekatan hingga perubahan instruksi yang dinilai membingungkan.
Salah satu akun menyampaikan bahwa terdapat delapan penugasan dengan empat diantaranya berupa tugas video. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mahasiswa baru karena beberapa tugas diberikan dalam waktu dan tenggat yang berdekatan. Ia juga mengeluhkan perbedaan informasi yang diberikan melalui guidebook dan Google Classroom yang digunakan sebagai acuan pengerjaan tugas.
Persoalan tersebut turut dirasakan Bunga (bukan nama sebenarnya), mahasiswa baru Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem. Ia menilai instruksi penugasan beberapa kali mengalami perubahan seperti, pembuatan atribut mahasiswa baru. Bunga menyebut nama cluster baru diberikan pada 6 Agustus, sementara mahasiswa telah menerima guidebook pada 1 Agustus. Setelah informasi tersebut diberikan, mahasiswa baru mengetahui bahwa nama klaster wajib dicantumkan pada name tag dan bag tag, Padahal, banyak mahasiswa baru yang telah menyelesaikan pengerjaan kedua atribut tersebut
“Sejauh ini belum ada sih (kendala, red), cuman kadang kayak aku ngerasa instruksinya itu kurang jelas saja,” ujar Bunga. (10/8).
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2026, Daffa Yasa mengatakan penyusunan penugasan telah dikonsultasikan dengan panitia dosen. Penugasan dirancang oleh divisi penugasan berdasarkan kurikulum serta lima isu yang menjadi fokus Rabraw 2026 yakni, kesehatan mental dan kekerasan seksual, perspektif global, sustainability, serta Society 5.0 yang mencakup AI dan digitalisasi.
Terkait adanya informasi yang dinilai mendadak dan berubah, Daffa mengakui adanya risiko miskomunikasi dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar.
“Karena Rabraw ini besar, pasti terdapat miskomunikasi. Namun, pada akhirnya kita langsung mengklarifikasi ketika terjadi miskom dengan memberikan klarifikasi di akun official Rabraw untuk menjelaskan informasi fix seperti apa,” ujarnya (10/8).
Hingga berita ini diturunkan, klarifikasi dan pembaruan informasi terus disampaikan panitia melalui saluran resmi. Dinamika ini menjadi catatan penting bagi pelaksana Raja Brawijaya 2026 dalam menyelaraskan kurikulum penugasan dengan kenyataan teknis di lapangan. (pa/kc/lzh/ka/zn/jul)




