Samantha Krida penuh. Seribu tiga ratus delapan puluh mahasiswa baru duduk mendengar kata “Candradimuka” disebut dari panggung, sebuah kawah tempat mereka katanya akan ditempa menjadi satu. Tahun ini panitia bilang ada yang berbeda. Sistem RIDA, aturan dipangkas, penugasan disebut lebih manusiawi. Panitia menyebut diri “adaptor dan eskalator”, bukan lagi pemberi instruksi.
Tapi nama baru mudah diucapkan. Fakultas ini sudah lama punya jarak antara yang disampaikan di mikrofon dan yang dialami mahasiswa baru lewat grup WhatsApp, tugas dadakan, ketentuan yang berubah tanpa kabar. Klaim serupa juga pernah diucapkan tahun-tahun sebelumnya.
Presiden BEM bertanya, apakah negeri ini sudah benar-benar merdeka. Pertanyaan yang sama pantas ditanyakan ke dalam fakultas sendiri. PKKMB ini membebaskan, atau hanya mengganti istilah untuk beban yang sama?
Selamat menguji, Kawan Jingga. Jangan mudah percaya dengan orasi orde lama.
Buletin PKKMB Edisi 1 Tahun 2026 dapat diakses di link berikut ini:
https://bit.ly/BuletinPKKMBEdisi12026




