Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

PLD UB Uraikan Perkembangan Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas UB 2022

Gelap - Potret Bundaran dan Rektoraat UB di malam hari (PERSPEKTIF/Gratio)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIFPenerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri disabilitas tahun ini telah resmi dibuka pada tanggal 27 Mei 2022 lalu. Berkaitan dengan itu, Lutfi Amiruddin selaku Humas Pusat Layanan Disabilitas (PLD)  Universitas Brawijaya (UB), turut menjelaskan tahapan yang akan dilalui oleh mahasiswa baru dalam rangkaian Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) 2022. 

“Tahap pertama ada pemberkasan administratif meliputi pengkonfirmasian jenis disabilitas dan di dalam tahap pemberkasan ini, calon mahasiswa diminta membawa surat dokter mengenai disabilitasnya. Tahap kedua ada seleksi tes digital literasi dan tes college readiness untuk mengetahui seberapa melek calon mahasiswa dengan teknologi dan seberapa siap calon mahasiswa memasuki dunia perkuliahan. Tahap ketiga ada tes pengetahuan dasar seperti IPA/IPS. Sedangkan tahap terakhir adalah wawancara dengan Kaprodi,” jelas Lutfi kepada Tim Perspektif (17/6). 

Ia menambahkan bahwa dalam SMPD 2022 ini berjalan dengan lancar. Pihak PLD hingga saat ini masih terus melayani berbagai pertanyaan yang masuk ke call center PLD UB. 

“Sampai saat ini masih lancar-lancar saja. Kami tidak merasa ada kendala apapun. Kita tinggal tunggu nanti tanggal 18 untuk lakukan tahapan-tahapan seleksi berikutnya. Hari-hari ini kita menunggu para pendaftar. biasanya sih yang banyak  bertanya teman-teman pendaftar ini. Ada admin kami yang mungkin menjawab,” terang Lutfi. 

Wawancara bersama Lutfi Amiruddin selaku Humas Pusat Layanan Disabilitas UB

Berbagai fasilitas juga disediakan oleh PLD UB dalam rangkaian SMPD 2022 ini. Fasilitas tersebut disediakan untuk membantu calon mahasiswa baru disabilitas yang akan mengikuti rangkaian SMPD 2022. 

“Sama dengan yang lainnya, ketemu langsung dengan dosen Pembimbing Akademik (PA). Kemudian kita ada fasilitasi konselor psikologis, ya sebetulnya sama sih. Saat mereka Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) ya Ospek, mereka disediakan juru bahasa isyarat atau pendamping. Sebetulnya sama saja,” tambahnya. 

Hingga saat wawancara dilakukan, terdapat 30-40 calon mahasiswa baru yang sudah mendaftar melalui jalur SMPD 2022 ini. Jumlah tersebut merupakan rata-rata peminat tiap tahunnya yang kemudian akan diseleksi menjadi 18-20 orang yang menjadi mahasiswa UB. 

Kendati demikian, dalam menyiapkan perkuliahan luring di semester depan, pihak PLD UB menuturkan hingga saat ini tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Pihaknya mengatakan bahwa seluruh kegiatan hanya akan berganti pada kebiasaan lama seperti pada sebelum pandemi Covid-19. 

“Sebenarnya persiapan khusus sih tidak ada, karena kita hanya sekedar switch atau berganti saja, balik lagi ke habbit yang lama gitu. Kalau ada anak-anak yang datang ke sini ya kita siapkan seperti dulu lagi,” tutup Lutfi.

Sementara itu, Callan, mahasiswa UB yang diterima dalam SMPD 2021, menerangkan kepada Tim Perspektif tentang berbagai fasilitas yang didapatkannya selama mengikuti SMPD tahun lalu.  

“…justru PLD UB sudah memfasilitasi keperluan SMPD UB dengan sangat baik seperti menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk dapat menjalani wawancara dengan lancar dan juga membuatkan Grup WhatsApp dalam berkomunikasi dua arah dan memberi informasi dan pengingat untuk mengikuti tahapan secara teratur,” jelas Callan (24/6). (ahi/ran/rsa)

(Visited 119 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts