Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

H.P. Lovecraft, Menciptakan Dunia Horror Modern Melalui Mitos Cthulhu

Oleh: Nabila Nur Fauzia Doviana*
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

“Alangkah tidak bahagianya dia yang masa kecilnya hanya memunculkan rasa takut dan sedih” 

-H.P Lovecraft – At The Mountains of Madness and Other Stories

HP Lovecraft, atau yang bernama lengkap Howard Philips Lovecraft adalah seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat. Ia lahir pada 20 Agustus 1890 di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat. Lovecraft ia bisanya menulis cerita pendek serta novel-novel luar biasa yang mengerikan, hingga akhirnya ia disebut sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam karya-karya horror modern. Ia besar di daerah Providance dan berasal dari golongan borjuis, kulit putih, dan protestan. Selama kehidupan masa kecilnya pandangan-pandangan akan rasisme dan superioritas golongan kulit putih protestan sudah tertanam dalam dirinya. Sehingga ia tidak peduli akan ras-ras lain, namun ketika beranjak dewasa keakutan-ketakutan dan kebenciannya akan ras lain semakin menjadi-jadi. 

Lovecraft kecil sudah menunjukan ketertarikannya kepada sains, namun kesehatan tubuhnya yang buruk menghantui seumur hidupnya dan membuatnya tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Terjebak dalam keterpurukan, terlebih lagi saat sang Ibu meninggal dunia, Lovecraft merasa ia tak punya alasan lagi untuk hidup, setidaknya begitu yang ia tulis. Ia akhirnya menjadi seorang penulis, sejak 1923 karya-karyanya mulai dimuat dalam majalah-maalah, namun hingga akhir hidupnya ia hanya dikenal sebagai penulis sastra pinggiran. Namanya—secara miris, dan menyedihkan, baru dikenal secara luas sejak kematiannya.

Mitos Cthulhu dan Horror Modern.

Lovecraft selalu dihantui ketakutan mendalam yang tertanam dalam dirinya. Keluarganya mengalami kebangkrutan pada saat ia berada di sekolah menengah, tepat saat sang Kakek meninggal dunia. Ia menggambarkan tahun-tahun tersebut sebagai tahun penderitaan paling gelap. Selanjutnya, ia harus pindah ke rumah kecil, karena sang ibu tak sanggup untuk membeli rumah keluarganya. Amarahnya membuat ia berkeyakinan kalau keturunan kuli putih inggris warisan sudah tergantikan dan terancam oleh gelombang imigran. 

Emosi-emosi kepayahan itu lah yang kemudian menjadi bahan bakarnya untuk menulis karya-karya luar biasa, yang aneh dan mengerikan. Selama ia berada di New York, setelah pernikahannya dengan Sonia Greene yang ditentang oleh Bibinya, Lovecraft dihadapakan pada kenyataan bahwa bukan lah inspirasi dan harapan yang ia temukan di sana. Namun penderitaan, dan kesengsaraan, karena ia harus tinggal bersama para imigran, yang mana dalam hal ini ia anggap statusnya lebih lendah dari dirinya. Di sini lah ia mulai menyusun kerangka cerita spektakular mitos-mitos Cthulhu, mengenai makhluk-makhluk agung yang memiliki sifat penghancur, keji, bertubuh besar, dan aneh dari luar angkasa. 

Tulisan-tulisan karyanya terkesan kaku, karena ia bersikeras untuk mempertahankan bahasa Inggri yang benar menurutnya, yang mana mulai tergantikan akibat datangnya gelombang imigran. Namun karya tersebut memberikan kesan baru, janggal, dan kaku, yang akhirnya mengilhami banyak penulis horror modern.

Lovecraft meninggal pada 15 Maret 1937, setelah melewati berbagai kesengsaran, ia mewarikan banyak sekali karya, dan teknik-teknik narasi yang bisa kita pelajari dan kita terapkan dalam kepnulisan horror masa kini. 

(Visited 104 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Tahun 2020. Saat ini aktif sebagai anggota Divisi Sastra LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts