Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Perpustakaan UB Resmi Dibuka Kembali, Layanan Online Tetap Berjalan

Mulai dibuka, Perpustakaan UB ramai dikunjungi mahasiswa. (PERSPEKTIF/Agmelia)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIFDibukanya Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) pada Senin (11/20) lalu telah  diumumkan melalui laman Instagram resmi @ublibrary. Pihak Perpustakaan UB mengatakan bahwa layanan offline perpustakaan sudah resmi dibuka kembali. Dalam pengumuman tersebut dijelaskan mengenai syarat, aturan masuk, hingga kuota mahasiswa yang ingin berkunjung ke Perpustakaan UB.

Staf Perpustakaan Bidang Layanan Pengguna, Agung Suprapto, mengatakan bahwa akan ada penerapan protokol kesehatan pada pengunjung yang berkunjung ke perpustakaan.

“Pengunjung yang masuk harus menggunakan masker, cek suhu, dan memakai hand sanitizer atau mencuci tangan. Pengunjung juga tidak boleh berkerumun, tempat duduk akan diatur silang,” tuturnya (27/10).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa layanan online perpustakaan UB masih berjalan. Namun begitu, Agung menyarankan agar peminjaman buku dilakukan secara offline.

“Sementara ini ada beberapa yang masih melayani online, tetapi untuk peminjaman buku hanya bisa pesan secara online dan harus diambil langsung ke perpustakaan,” imbuh Agung.  

Dibukanya kembali Perpustakaan UB yang ditutup sejak awal pandemi ini mendapat respon baik dari mahasiswa. Frisda Ferdiana, mahasiswa Akuntansi 2019 setuju dengan dibukanya kembali Perpustakaan UB, menurutnya dengan dibukanya kembali perpustakaan akan sangat membantu untuk mahasiswa dalam mengerjakan tugas.

“Aku setuju, karena memang sangat mendukung dan membantu buat teman-teman yang lagi ngerjain tugas makalah atau penelitian buat cari-cari referensi,” ungkapnya (29/10).

Serupa dengan Frisda, Hana Zafirah, mahasiswa Manajemen 2019, mengatakan bahwa ia setuju dengan dibukanya kembali Perpustakaan UB namun dengan pembatasan pengunjung dan protokol kesehatan yang tetap dijalankan.

“Harapannya semoga (nantinya) ada scanning kode QR (quick response, red) agar bisa check in location. Jadi misal ternyata di dalam perpustakaan ada yang positif nanti gampang untuk tracking. Selain itu, semoga tetap taat protokol kesehatan,” tutupnya saat diwawancarai awak Perspektif (27/10). (tnl/anp/mim)

(Visited 90 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts