Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

UB Buka Program Akselerasi, Mahasiswa Sebut Sosialisasi Kurang Optimal

Sunyi- Gedung dan Lapangan Rektorat UB yang sepi saat masa pandemi berlangsung (PERSPEKTIF/Maul)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Universitas Brawijaya (UB) membuka Program Akselerasi bagi mahasiswa semester enam yang pendaftarannya dimulai pada tanggal 2 Juni sampai dengan 10 Juli 2021. Program Akselerasi tahun ajaran 2021/2022 ini akan dilaksanakan secara daring. Akan tetapi, pendaftaran Program Akselerasi tersebut dinilai mahasiswa minim sosialisasi.

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2019, Marselinus Pekik, menyatakan suatu kegiatan yang dilaksanakan secara daring tidak akan sebaik apabila dilaksanakan secara luring. Namun, bila ada perencanaan khusus dan lebih matang untuk Program Akselerasi tersebut, ia menilai program ini dapat berjalan dengan baik di masa pandemi saat ini.

“Bila memang prosedurnya sesuai dengan landasan akademis dan tetap menerapkan norma-norma pendidikan dalam pelaksanaannya, program tersebut layak dijadikan opsi,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan sosialisasi dari pihak kampus juga dinilai kurang efektif dan masif dilakukan, mengingat masih terdapat beberapa mahasiswa yang belum mengetahui teknis dari program akselerasi tersebut. “Menurut dari pengalaman empiris saya, hal tersebut belum sampai terdengar, sehingga saya rasa sosialisasi yang dilakukan kurang efektif dan masif,” sambung Marselinus saat diwawancarai awak Perspektif.

Selaras dengan yang disampaikan oleh Marselinus, Nikita Metta, mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) juga menyatakan bahwa sosialisasi terkait Program Akselerasi ini masih kurang optimal. “Saya dengarnya hanya saat Ospek saja dan dikasih surat edaran. Saya rasa sudah lumayan sosialisasinya, tetapi masih kurang maksimal,” jelas Nikita.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UB, Aulanni’am, berpendapat bahwa Program Akselerasi yang diadakan akan sangat membantu para mahasiswa yang ingin melanjutkan program S2 dengan biaya yang cenderung ringan dan waktu yang lebih cepat. Ia berharap dengan berjalannya program tersebut dapat mendorong para alumni UB untuk  melanjutkan pendidikan program magisternya. Selain itu, ia berharap Program Akselerasi dapat meningkatkan angka lulusan pascasarjana dan publikasi karya ilmiah.

“Dengan adanya pandemi justru memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk menempuh kuliah dan menyelesaikan skripsi  karena bisa mengikuti kuliah S2 dari mana saja dan kapan saja tidak terbentur waktu dan tempat,” tambahnya ketika disinggung mengenai  pelaksanaan Program Akselerasi secara daring di masa pandemi (1/7).

Walaupun dilaksanakan secara daring, daya tampung tahun ini diharapkan dapat  mencapai 300 mahasiswa sesuai ketentuan masing-masing fakultas dan kapasitas kelas yang tersedia. Namun apabila hingga 10 Juli kuota belum juga terpenuhi, maka akan dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran.

“Untuk kuota akan ditetapkan oleh masing-masing fakultas melihat jumlah dan kapasitas kelas yang bisa melayani. Secara umum, diharapkan bisa mencapai 300 mahasiswa,” pungkasnya.  (gra/jsa/lia/mim)

(Visited 54 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts