Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Mahasiswa Antisipasi Kuliah Luring Setelah Terlaksananya Vaksinasi Pegawai UB

Depan- Pintu depan dari indekos mahasiswa UB di Malang. (PERSPEKTIF/Sara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF—Sejak Universitas Brawijaya (UB) mulai melaksanakan vaksinasi pada Maret 2021 kepada pejabat kampus, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik), ada potensi bahwa perkuliahan akan dilaksanakan secara luring pada awal semester ganjil tahun akademik 2021/2022. Fenomena tersebut menyebabkan beberapa mahasiswa sudah berencana kembali ke Malang untuk mencari indekos baru.

Deandra Sekar, Mahasiswi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), mengaku telah memesan dan membayar indekos sejak semester satu. Ia memesan indekos di Malang terlebih dahulu untuk ditempati jika kemungkinan kuliah dilakukan secara luring.

“Saya sudah mengetahui (rencana kuliah luring, red). Saya juga sudah mendapatkan kos sejak semester satu tahun lalu,” ungkap mahasiswi angkatan 2020 tersebut.

Namun, sampai saat ini belum ada keputusan secara resmi dari rektor. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiwa. Selain itu, ia juga mengeluhkan ketiadaan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama kuliah daring.

“Mahasiswa akhirnya jadi bingung kapan sebenarnya kuliah offline. Ditambah saat online juga UKT tidak ada keringanan, sehingga membuat mahasiswa merasa terbebani,” tambahnya. 

Hal senada juga disampaikan Hana Nur Sahida, mahasiswi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), yang sudah mulai memesan indekos sejak diumumkannya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2020 lalu. 

“Aku nyari kos udah dari lama, dari awal pengumuman SNMPTN. Tadinya aku kira ospek akan offline, tapi ternyata belum. Jadi untuk sekarang dipesan dulu,” ujarnya saat diwawancarai awak Perspektif pada Jumat (19/3). 

Heri Prawoto, selaku Kepala Bagian Perencanaan, Akademik, dan Kerja Sama dalam Biro Akademik dan Kemahasiswaan UB, menyatakan bahwa hingga Selasa (24/3) belum ada keputusan resmi mengenai teknis perkuliahan semester ganjil yang akan dimulai Agustus 2021 nanti. Ia juga menyampaikan bahwa vaksinasi periode pertama di UB masih berjalan 50%.

“Secara umum, proses vaksin periode satu masih berjalan 50% dari seluruh pegawai UB dan sedang menunggu vaksin tahap dua, sehingga sekarang belum semuanya aman. Dengan jeda waktu lima bulan ke depan, kita akan siapkan beberapa kemungkinan,” ungkapnya. 

Ketika disinggung mengenai rencana mahasiswa untuk mencari indekos di Malang, Heri mengatakan bahwa perkembangan dan keamanan di lingkungan UB masih akan dipantau.

“Kami (Heri dan jajarannya, red) sangat memahami masalah tersebut. Seperti penjelasan di atas, kami akan melihat dulu perkembangan dan keamanan, sehingga dapat diambil keputusan yang tepat,” tegas Heri.

Heri menegaskan bahwa penyesuaian perkuliahan luring dapat dilaksanakan jika telah terpenuhi beberapa persyaratan.

“Dengan adanya perlindungan kepada seluruh pegawai di UB, proses vaksinasi yang telah selesai, kondisi Kota Malang yang mendukung, dan kehadiran mahasiswa yang direstui oleh orang tua, maka penyelenggaraan perkuliahan luring nantinya pasti akan ada penyesuaian,” pungkasnya. (bp/tnl/mim)

(Visited 396 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts