Menanti – FISIP UB menanti pucuk pimpinan yang baru. (PERSPEKTIF/Tanti)

Malang, PERSPEKTIFRangkaian Pemilihan Dekan (Pildekan) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) telah dimulai pada Senin (17/02). Dalam sosialisasi pemilihan dekan yang bertempat di Ruang Sidang Lantai 6 Gedung A FISIP UB ini, disampaikan beberapa poin penting terkait timeline dan mekanisme pemilihan.

Ketua Panitia Pildekan, Juwita Hayyuning Prastiwi, menyampaikan bahwa Pildekan terbagi ke dalam tiga tahap, yakni penjaringan, pertimbangan, dan penetapan.

“Panitia pemilihan sebenarnya wilayahnya berada dalam tahapan penjaringan. Namun demikian, senat sepertinya juga akan kami bantu sampai selesai tahap pertimbangan. Kalau tahap penetapan itu wilayahnya rektor,” ujarnya.

Ia menyatakan, proses Pildekan saat ini tengah berada pada tahap pengumuman penjaringan. Tahap pengumuman ini berlangsung pada tanggal 17-21 Februari.

“Selain kami umumkan melalui media-media, kami juga mengirimkan surat beserta formulir yang harus diisi kepada dosen yang dianggap memenuhi syarat sesuai Pertor (Peraturan Rektor, Red) Nomor 3 Tahun 2020. Total Dosen FISIP hari ini sekitar 159 orang, namun hanya 3 orang dosen yang memenuhi syarat sesuai Pertor tersebut,” papar Juwita.

Selain itu, dijelaskan pula jadwal rangkaian yang lain menyusul tahap penjaringan. Tanggal-tanggal tersebut yakni 24-28 Februari untuk penerimaan pendaftaran, 6-10 April untuk pengumuman terbuka calon dekan, 15 April untuk kampanye terbuka, serta 17 April untuk pemungutan suara. Setelah tahapan tersebut, proses diserahkan kembali kepada senat untuk selanjutnya ditetapkan oleh rektor.

Terkait dengan peran mahasiswa, Juwita menyatakan bahwa mahasiswa memang tidak memiliki hak suara. Begitu pula dengan tenaga kependidikan.

“Mahasiswa boleh meramaikan, kalau punya aspirasi mungkin bisa disampaikan melalui dosen jurusan atau program studinya masing-masing, nanti kan jadi pertimbangan untuk memilih. Kampanye terbuka nanti bisa hadir, tempatnya ada di Nuswantara. Bisa kalau mau bertanya, bukan hanya mahasiswa tapi juga tenaga kependidikan,” papar Dosen Program Studi Ilmu Politik ini. (chr/rff/ais)

 

(Visited 109 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here