Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tidak Ada Penambahan, Mahasiswa Keluhkan Koleksi Perpustakaan FISIP UB

SIBUK – Mahasiswa tampak sibuk mengerjakan laporan di Perpustakaan FISIP. (PERSPEKTIF/Suci)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Dalam satu tahun terakhir, perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) tidak melakukan penambahan koleksi buku. Tidak adanya penambahan buku tersebut berpengaruh terhadap jumlah dan kelengkapan koleksi buku di perpustakaan FISIP UB. Hal tersebut menuai reaksi dari mahasiswa FISIP UB.

Mutiara Rahmadini, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015 menyampaikan bahwa koleksi buku di perpustakaan FISIP UB masih kurang lengkap. “Koleksi bukunya itu kurang kalau dibandingkan dengan perpustakaan pusat UB. Biasanya buku-buku tertentu seperti buku yang penulisnya non-Indonesia masih kurang lengkap,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Fauzi Setyawan Pratama, Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2017. “Untuk buku-buku sejenis biografi tokoh-tokoh ilmu politik saya rasa belum terlalu lengkap,” ungkapnya. Fauzi juga menyampaikan bahwa ia pernah tidak menemukan buku yang ia cari di perpustakaan FISIP UB dan mengharuskannya ke perpustakaan pusat UB.

Sementara itu, menanggapi tidak adanya penambahan buku pada tahun lalu, Rosanah Sari selaku Staff Pengadaan FISIP mengatakan bahwa dana pagu untuk penambahan buku dialihkan ke dana pemeliharaan. “Sebenarnya setiap tahun InsyaAllah ada (red – penambahan buku). Kita ada dana pagu untuk itu, hanya saja tahun kemarin memang dibatalkan karena dana pagu ini dipindah untuk yang lain, untuk pemeliharaan dulu. Memang pemeliharaan tahun kemarin besar,” jelasnya

Wakil Dekan I (WD I) FISIP UB, Siti Kholifah juga menyatakan bahwa pembangunan gedung memang menjadi prioritas. “Karena itu dananya kita untuk gedung, ya kita prioritaskan gedung. Bukan hanya dana buku sih beberapa dari yang lain kita alihkan untuk gedung dan terus terang kita kaitannya sendiri di UB kan ada jurnal online lah, ebook yang seperti itu bisa diakses juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut lagi Siti Kholifah menjelaskan bahwa selain pengalihan dana, penambahan buku di ruang baca juga tidak dapat dilakukan karena kendala tempat yang tidak cukup luas.

Sepakat dengan Siti Kholifah, Neni Amelia Rustiana selaku Staff Perpustakaan FISIP menanggapi sama. “Disini kan kita kendalanya ruang ya, ruang itu berarti tempat penyimpanannya, almari. Nah buku itu kita banyak yang belum bisa masuk karena raknya gak ada, kalo kita tambah rak pun susah karena kapasitas ruangnya hanya segitu,” jelasnya. (sci/wnd)

(Visited 295 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beda

Iklan

E-Paper

Popular Posts