Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

PKKMABA Bertepatan Dengan Hari Ibadah, Maba Nasrani Keberatan

Malang, PERSPEKTIF – Pemilihan tanggal pembukaan Pengenalan Kehiduan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2017 dinilai kurang tepat bagi mahasiswa baru karena bertepatan dengan Hari Minggu (22/8) yang merupakan waktu beribadah bagi agama nasrani.

Natasha Gabriel, salah satu mahasiswa baru FISIP yang beragama nasrani merasa terhambat untuk beribadah dengan adanya PKKMABA yang dilaksanakan pada Hari Minggu.

“Sebenarnya jadi terhalang gitu mau ibadah. PKKMABA ini kan mulainya dari pagi, sedangkan ibadah di gerejaku itu adanya cuma pagi. Karena ada acara ini, terpaksa tidak ke gereja dulu,” ujar mahasiswa asli Malang ini.

Senada dengan Natasha, Vania Kasamira mahasiswa baru FISIP yang juga beragama nasrani merasa keberatan, karena ibadah di gereja merupakan salah satu cara untuk mengeratkan hubungan keluarga.

“Saya terbiasa ibadah di gereja bersama keluarga dan itu merupakan salah satu cara untuk mengeratkan hubungan dengan keluarga. Meskipun ada sesi berkumpul dengan PMK di masing-masing fakultas, rasanya tetap berbeda dengan beribadah di gereja secara langsung. Waktu berkumpulnya juga harusnya lebih panjang, jadi bisa renungan dan membaca ayat bersama,” ungkap mahasiswa Hubungan Internasional itu.

Mahasiwa baru lain, Angnes Silvia juga menyatakan sebaiknya mahasiswa baru yang beragama nasrani difasilitasi dalam beribadah.

“Iya sebaiknya difasilitasi, mungkin dengan mendatangkan pengkhotbah,” ujar Agnes.

Menanggapi hal tersebut, Adi Putra Maulana Ketua Pelaksana (Kapel) PKKMABA FISIP, mengatakan bahwa sudah melakukan koordinasi dengan kapel PKKMABA dari fakultas lainnya untuk mengkomunikasikan dengan komunitas agama nasrani.

“Sebenarnya kita sudah komunikasikan dengan pihak komunitas katolik, kristen, dan protestan. Mereka tidak ada masalah. Kita juga sempat kepikiran untuk mengadakan disini, mengundang pendeta dan sebagainya. Tapi ada sebagian orang yang merasa bahwa apabila tidak beribadah di gereja sama saja belum beribadah,” terang mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2015.

Dari pihak dekanat, Akhmad Muwafik Saleh selaku Wakil Dekan III (WD III) FISIP, menerangkan bahwa pemilihan tanggal ini merupakan kewenangan pihak rektorat dan pihak fakultas hanya tinggal mengikuti saja.

“Baru diadakan di tingkat universitas itu tanggal 19. Keesokan harinya itu langsung di tingkat fakultas tanggal 20 dan 21. Karena setelahnya yaitu tanggal 22 kita berangkat ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Seluruh bidang kemahasiswaan berangkat ke Pimnas.”, ujarnya ketika ditemui awak Perspektif (18/8) di ruangannya. (ttm/cup/zil)

(Visited 131 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts