Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Molor Karena Selisih Surat Suara

BERDEBAR -Berlangsungnya penghitungan suara untuk penentuan Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP 2016-2017 di Gazebo Gedung A pada Selasa (6/12). (PERSPEKTIF)

BERDEBAR -Berlangsungnya penghitungan suara untuk penentuan Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP 2016-2017 di Gazebo Gedung A pada Selasa (6/12). (PERSPEKTIF)

Malang, PERSPEKTIF Pada Senin (5/12), pukul sepuluh malam, berlangsung Quick Count atau Perhitungan Surat Suara Pemira FISIP 2017. Acara dimulai dengan pembacaan Berita Acara yang menyatakan bahwa jumlah surat suara yang terpakai ada 1964. Setelah itu, dilanjutkan dengan perhitungan total surat suara pemilihan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan wakilnya yang berada di dalam kotak suara.

Seusai perhitungan, terdapat ketidaksesuaian jumlah surat suara yang berada di kotak suara dan berita acara. Di dalam kotak suara BEM, hanya terdapat total 1946 surat suara. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai selisih jumlah surat suara antara data yang ada di dalam berita acara, dengan jumlah yang terhitung dari kotak suara. Panitia mengumumkan bahwa ada kemungkinan beberapa surat suara pemilihan presiden BEM dan wakilnya tercampur dalam kotak suara pemilihan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Lalu,  penghitungan total surat suara BEM dilakukan lagi untuk kedua kalinya. Setelah dihitung dan dengan tambahan surat suara BEM yang tercampur di DPM, menjadi berjumlah 1942 suara. Sedangkan pada DPM terdapat 1940 suara total yang terkumpul.

“Mengenai masalah surat suara yang tertukar, itu juga sempat dibicarakan dari jam delapan malam sampai jam tiga dini hari. Pihak DPM juga sempat merekap dua belas kali dan segala macamnya,” ujar Wismoyo Bayu selaku Ketua DPM 2016.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa terdapat masalah dalam hal absensi. Tiga absensi yang tersedia selama proses PEMIRA FISIP UB, menunjukkan jumlah data mahasiswa yang hadir memilih berbeda-beda. Hal itu menjelaskan mengenai perbedaan jumlah surat suara di dalam kotak suara dan di berita acara. Menurut Moyo, sapaan Wismoyo, memang hal ini murni karena terjadi human error.

Setelah diketahui bahwa terdapat selisih dua angka antara BEM dan DPM, maka panitia sendiri langsung melakukan rapat sekitar pukul tiga dini hari. Setelah menunggu, akhirnya berita acara kedua segera dibacakan. Kemudian diputuskan bahwa dua suara pada BEM akan dihanguskan atau dihilangkan, dikarenakan jumlah selisih yang tertera adalah dua, maka satu diambil dari calon nomor 1, dan satu lagi diambil dari calon nomor 2 agar sama-sama adil.

Kemudian, perhitungan total suara dimulai lagi dan berlanjut dengan perhitungan suara terbanyak untuk menentukan siapa yang akan menjadi Presiden BEM dan Wakilnya serta anggota DPM 2016-2017. Setelah selesai perhitungan, pasangan nomor 1, Zidny Ziaulhaque  dan Ghassan Tsaqafi Hanif  resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP 2017. Serta, kandidat nomor 2, M. Jibran Averusy, resmi terpilih sebagai anggota DPM FISIP 2016-2017, yang mendapatkan suara terbanyak dari anggota DPM yang terpilih lainnya.

“Harapan untuk PEMIRA FISIP selanjutnya adalah diharapkan untuk lebih detail dan fokus dalam segala hal karena PEMIRA sifatnya sensitif. Serta diharapkan PEMIRA FISIP dapat lebih jelas dan akurat agar dapat merepresentasikan bagaimana seharusnya mahasiswa FISIP mengetahui dan terlibat langsung dalam politik yang ada di FISIP ini,” pesan Wakil Presiden BEM FISIP 2017 Ghassan Tsaqafi Hanif. (awj/ral/rkl/kmb)

(Visited 319 times, 1 visits today)

1 tanggapan pada “Molor Karena Selisih Surat Suara”

  1. RALAT:
    Pada kalimat terakhir, di paragraf kedua dari bawah, sebelumnya tertulis: M. Jibran Averusy, resmi terpilih sebagai Ketua DPM FISIP 2017. Kami ralat menjadi: M. Jibran Averusy, resmi terpilih sebagai anggota DPM FISIP 2016-2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts