Malang, PERSPEKTIF – Safari fakultas yang diadakan oleh panitia Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) Universitas Brawijaya (UB) 2016 merupakan sebuah ajang untuk sosialisasi E-Vote dengan cara keliling di setiap fakultas. Ajang itu digunakan untuk mengenalkan PEMIRA UB 2016 beserta mekanismenya pada mahasiswa.

Safari ini, menurut Nanda Dwika, salah satu mahasiswi UB, kurang efektif. Sebab waktunya sangat singkat dan tidak semua mahasiswa yang ada di kampus mendapat kesempatan.

“Saya sendiri masih belum tahu cara memilihnya seperti apa, Menggunakan E-Vote itu seperti apa. Sosialisasi masih kurang efektif,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kritikan terhadap minimnya sosialisasi, Koordinator Humas PEMIRA UB 2016, Syahreza mengatakan safari itu cukup efektif untuk mengenalkan pada mahasiswa. Sebab, menurutnya, safari fakultas bermanfaat untuk mahasiswa yang ingin bertanya secara langsung.

“Kalau dari kita sendiri prinsipnya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Kalau kita cuma lewat akun LINE saja belum tentu semua orang bisa mengakses. Sedangkan safari fakultas memperbesar kemungkinan untuk mahasiswa entah mahasiswa lama atau mahasiswa baru untuk bertanya-tanya tentang pemira ini secara langsung, dan panitia dapat bersentuhan secara langsung dengan audience yaitu target kita mahasiswa,” ucapnya saat ditemui Perspektif kemarin senin (21/11).

Namun, di sisi lain, ia mengakui jika persiapannya memang belum terkonsep dengan matang karena ini safari fakultas pertama. Selain itu, tambahnya, terhalang oleh waktu yang terbatas, tiap fakultas hanya mendapat maksimal tiga jam. Sehingga, pihaknya pun kembali menggunakan akun resmi PEMIRA UB 2016 untuk melanjutkannya.

“Waktu untuk safari fakultas hanya seminggu, itupun dipotong hari sabtu dan minggu. Sedangkan, kita harus menyambangi 16 fakultas termasuk vokasi. Untuk masalah shift itu kita sejauh ini cuma sekitar 2 jam maksimal 3,” pungkasnya Syahreza. (aas/gvh/rip)

(Visited 168 times, 1 visits today)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here