Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Langit Baru

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh: Gadis Maulina*

 

Langit Menghantarkan salam selamat datang

Matahari, Bulan, Bintang bersatu dalam haru

Langkah kaki baru menelusuri batuan tajam

Angin menyambut tanda bersenandung

Aku menapak, aku tak tahu arah, kemanakan gerangan?

 

Satu harapan terpaku pada kertas putih

Berharap arah benar ‘kan datang

Seluruh pandangan ku lemparkan pada setiap sudut

Aku terdiam dalam renungan senja di langit baru

Pada akhirnya sampailah aku di jalan takdir

 

Hingar bingar tak pernah ku temukan

Aku terdiam dalam hitam, sampai akhirnya ku terjatuh

Sakit, sungguh sakit, bagai sayatan tajam

Riuh suasana ‘tak ku dapatkan di tanah ini

Inilah langit baru, gelap namun harus dilalui

 

Perlahan aku bangkit menuju cahaya terang

Demi matahari, bulan, dan bintang yang telah menyambutku

Hidup baru dipenuhi batu tajam

Hancurkan saja dengan kapak baja

Agar cahaya terang ‘tak terhalang dan bahagia ‘kan datang

 

Keraguan sirna mengiringi sang surya terbit

Bangkit, namun jatuh dan jatuh, namun bangkit

Berani! Tanda gema hatiku berkata

Tak ada kata duduk, selain berdiri ku

Berdiri, kemudian berlari mengejar alam

 

Putaran roda terasa begitu cepat

Aku berada pada cahaya terang yang dahulu hanya angan dan doa

Terimakasih Tuhan, atas langit baru yang kau perkenalkan

Senja kini terasa riuh tanpa hening

Menyongsong gelap malam berhiaskan harapan.

 

 

*)Tentang Penulis: Penulis merupakan mahasiswi Keteknikan Pertanian Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya.

(Visited 88 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts