Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Kenalkan Arti Menjadi Mahasiswa

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEK­TIF – Rangkaian kegiatan orientasi dan pengenalan kehidupan kampus masih belum usai. Setelah menja-lani pengenalan di lingkup universitas, hari ini (31/8), mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melan­jutkannya den­gan mengikuti Pengenalan Ke­hidupan Kam­pus Mahasiswa Baru (PKKMa­ba) FISIP 2016.

Ketua pelak­sana PKKMaba FISIP 2016, Adif Dja’far Maula­na, mengatakan dampak kegia­tan pengena­lan ini memang tidak langsung terlihat. Menurutnya, melalui kegia­tan ini, beserta tugas-tugas yang diberikan, maba ter­bantu dalam masa transisi dari status siswa menjadi mahasiswa. Ia menambah­kan, kegiatan ini sekaligus berfungsi menumbuhkan kepekaan sosial maba.

“Indikatornya, lebih ke menyiapkan mereka untuk menjadi mahasiswa,” tutur Adif.

Selain itu, Koordina­tor Acara PKKMaba FISIP 2016, Nurshadrina men­gungkapkan ada inovasi lain untuk memperkenal­kan maba pada dunia ma­hasiswa. “Dari pengalaman yang saya lihat di FISIP ini, meskipun mengaku ma­hasiswa FISIP, tetapi ke­pekaan sosialnya kurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penu­gasan yang diberikan pe­mahaman maba dapat ter­buka, dan segera beralih dari pemahaman seorang siswa menjadi seorang ma­hasiswa. Karenanya, un­tuk tahun ini, ada inova­si-inovasi baru yang dibuat panitia, seperti pengabdian masyarakat (pengmas) atau debat.

Monica, maba Hubu-ngan Internasional, me-ngaku terbantu dalam masa transisi melalui kegiatan ini, terutama mengenai FI­SIP. “Ayas jadi lebih tahu dan mulai mengerti soal FI­SIP karena tugas essay yang diberikan,” ujar Monica.

Pendapat men­genai inovasi dan adopsi tugas baru dibenarkan oleh Wakil Dekan III yaitu Akmad Mu­wafik Saleh. “PK­KMaba tahun ini berbeda pada as­pek penekanan, penekanan lebih ke prestasi dari pada kode etik yang dilaksanakan PKKMa­ba tahun 2015 lalu” ujar Muwafik. Menurut Muwafik dengan diadakan pengab­dian masyarakat dan debat diharapkan dapat memban­gun rasa kepedulian mereka serta menghadirkan solusi dan agar mahasiswa mam­pu paham terhadap kondisi sekitar. (tas/nin/rip)

(Visited 117 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts