Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Student Day Dikurangi, Pengabdian Masyarakat Ditiadakan

Malang, PERSPEKTIF – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK-Maba) FISIP tahun ini mengalami perubahan. Hal ini terkait dengan peraturan Rektor UB nomor 12 tahun 2014 tentang petunjuk umum pelaksanaan PKK-Maba Tahun Akademik 2014/2015.


Pelaksanaan Student Day tahun ini lebih pendek jika dibandingkan tahun lalu. Selain itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat (pengmas) ditiadakan. Sehingga rangkaian PKK-Maba tahun ini berlangsung lebih singkat dibanding tahun sebelumnya. “Selama ini materinya dirasa tidak cukup efektif, sehingga kami ingin meningkatkan efektifitas penyampaian materi,” terang Akhmad Muwafik Saleh selaku Ketua Panitia dari pihak dosen ketika ditanya perihal alasan perubahan tersebut. Dosen yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan (PD) III FISIP ini, juga menambahkan bahwa Student Day tahun ini hanya akan dilaksanakan sekitar empat kali.

Terkait pelaksanaan pengmas, Khasemy Rafsanjani selaku ketua pelaksana PKK-Maba dari mahasiswa,  menyayangkan peniadaan pengmas dalam rangkaian PKK-Maba FISIP. “Sayang juga jika ditiadakan, soalnya pengmas bisa melatih jiwa sosial untuk maba,” tutur mahasiswa asal Lombok ini.

Tanggapan senada juga diungkapkan oleh Mohammad Faisal Akbar selaku  Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, Ia menganggap bahwa student day dan pengmas dalam rangkaian ospek adalah hal yang ideal. “ Itu hal yang patut disayangkan karena pengmas merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi dan pengmas juga bagian dari tugas kita,” terang mahasiswa psikologi 2011 ini.(ran)

(Visited 83 times, 1 visits today)

1 tanggapan pada “Student Day Dikurangi, Pengabdian Masyarakat Ditiadakan”

  1. Panitia Dosen dan Panitia Mahasiswa tak senada.
    Adanya panitia dari kedua pihak terkesan formalitas belaka.
    Birokrasi yang semakin ruwet dan berat sebelah.
    Saat maba seolah dimanja perihal ospek (acara disederhanakan, tahun lalu saja ada dana untuk ospek yg lebih berkesan + pengmas). Disisi lain dosen memonopoli penggunaan LIFT Gedung Prof. Darsono Wisadirana tanpa sosialisasi dan tujuan yang jelas.
    Apakah di kampus Sosial Politik ini sudah tak kenal demokrasi?

    #PrayForFISIPUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts