Lompat ke konten

Lima Bulan Tanpa Kepastian, Mahasiswa UB Tuntut Keadilan bagi Almarhum Kavana Hafil Kusuma

Aksi Solidaritas untuk Kavana Hafil Kusuma (PERSPEKTIF/ Haidar)

Malang, PERSPEKTIF Sebanyak puluhan massa turut meramaikan aksi solidaritas menuntut keadilan bagi almarhum Kavana Hafil Kusuma yang ditemukan meninggal dunia di sungai sekitar 5 bulan lalu, namun masih belum ada titik terang. Aksi digelar pada Rabu (06/04) di bundaran Universitas Brawijaya (UB). Aksi ini turut diikuti oleh sejumlah organisasi mulai dari Eksekutif Mahasiswa (EM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, hingga mahasiswa umum.

Sekitar 50-100 orang massa ikut meramaikan aksi solidaritas ini. Orasi dilontarkan para mahasiswa guna meminta keadilan untuk almarhum di tengah ramainya lalu lintas sore itu. Hafil sendiri merupakan mahasiswa S3 Biologi UB. Almarhum ditemukan meninggal di Batu pada November 2025 lalu. 

Zidane, selaku Presiden EM UB 2026 menyatakan terdapat kejanggalan dari kronologi kejadian tersebut. Jenazah korban ditemukan di sebuah sungai kecil dengan keadaan terikat. Namun, hingga saat ini belum ada transparansi lebih lanjut dari pihak kepolisian untuk kronologi lebih jauhnya.  

Ilman, yang merupakan koordinator lapangan (korlap) dalam aksi solidaritas ini turut menyatakan pendapatnya akan pentingnya aksi ini karena masih berkaitan langsung dengan institusi UB. Ilman turut mengakui jika kasus ini bahkan belum terdengar di fakultasnya dikarenakan masih belum ada propaganda ataupun media yang menyebarkan.

“Tidak semua orang di Universitas Brawijaya maupun di luar tahu akan kasus ini, makanya kita harus menyuarakan di umum gitu, agar nantinya teman-teman itu tahu dan aware,” ujar Ilman (06/04). 

Dalam aksi juga terdapat kegiatan menyalakan lilin dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh dosen pembimbing Hafil, Prof. Sasmito. 

“Saya berharap mahasiswa Universitas Brawijaya memiliki solidaritas bersama. Namun, jika barangkali ada yang senggang dan tidak mengikuti aksi, sebenarnya ya itu pilihan masing-masing orang. Saya tidak bisa berkomentar sampai sejauh itu,” tanggap Zidane mengenai kurangnya partisipasi mahasiswa yang mengikuti aksi.

Zidane juga berharap agar tidak hanya mahasiswa UB saja yang mengetahui kasus ini, tetapi selain mahasiswa UB turut mengetahui agar kepedulian terhadap kasus Hafil ini turut meluas. Salah satu peserta aksi pun ikut berharap kasus dapat segera diusut tuntas dan diberi keadilan bagi pihak korban beserta keluarganya.  

(fdn, Raf, nat)

(Visited 97 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?