Lompat ke konten

The Post-Truth World: Ketika Kebenaran Lebih Penting dari Berita

Sumber: Netflix
Oleh: Agmelia Nadya *

Durasi: 120 menit

Tanggal Rilis: 28 Oktober 2022

Distributor: Bole Film Co., LTD.

Sutradara: Chen I-Fu

Pemeran: Joseph Chang, Caitlin Fang, Edward Chen, Aviis Zhong, Chan Tzu-hsuan, Chih-Tian Shih, Amber An, Hsieh Chang-ying

The Post-Truth World adalah film asal Taiwan bergenre misteri-kriminal yang menceritakan kasus pembunuhan tragis putri konglomerat bernama Wang Shi-Yun di sebuah stadion. Kasus yang terjadi 7 tahun silam itu harusnya telah selesai bersama vonis hukuman mati pelaku yakni kekasih korban, Zhang Zheng-Yi yang merupakan atlet bisbol unggulan. Namun, Zheng-Yi akhirnya kabur dari penjara dengan cara menyandera Liu Li-Min, seorang jurnalis yang tengah melakukan wawancara terpidana lain di waktu yang sama. Kejadian yang menimpa Li-Min rupanya membuka kesempatan untuk menyelamatkan program acaranya.

Tantangan jurnalisme investigasi

Memasuki pertengahan film, penonton diajak untuk melihat kilas balik dari kisah Zheng-Yi sekaligus berkenalan dengan para saksi yang terlibat di malam pembunuhan Shi-Yun. Potongan teka-teki ganjil kasus tersebut mendorong Li-Min melakukan investigasi untuk menggali kebenaran dibalik pernyataan Zheng-Yi bahwa ia bukanlah pembunuh kekasihnya. Hal itu didukung penokohan Zheng-Yi yang tidak semata-mata dihadirkan sebagai antagonis, tetapi juga pribadi yang hangat dan penuh kasih sayang. Di sinilah tantangan dimulai, Li-Min tidak hanya berhadapan dengan saksi-saksi yang sulit, tetapi juga polisi yang merasa terancam sehingga berusaha menghambat penyelidikannya.

Dalam beberapa adegan, Li-Min tampak menegaskan mengenai kebebasan pers dalam wawancara dan mengumpulkan data pada mereka yang menghalangi investigasinya terkait kasus Shi-Yun. Padahal ia sudah sesuai prosedur dan memenuhi kewajiban, akan tetapi hak-hak pers yang diharapkan Li-Min nyatanya disepelekan oleh polisi. Pekerjaannya sebagai jurnalis benar-benar diuji sebab disamping mencari bukti untuk menyelamatkan Zheng-Yi, ia juga harus memutar otak agar program acara yang dibangun bersama mendiang istrinya bisa tetap berjalan. 

Idealisme vs Kekuasaan

“Jadi, semua idealismemu hanya bualan?”

Begitulah kekecewaan yang dilontarkan Li-Min pada pemimpin redaksinya saat mengetahui bahwa program acaranya ternyata disponsori oleh perusahaan yang ia duga terlibat pembunuhan Shi-Yun malam itu. Rekaman yang berisi pengakuan petinggi perusahaan tersebut dalam menghilangkan jejak kamera pengawas di stadion sengaja tidak ditayangkan ke publik demi mempertahankan keberlangsungan program acara. Situasi ketidakberdayaan Li-Min melawan atasannya ditampilkan begitu nyata dan terasa dekat dengan realita pahit yang harus ditelan jurnalis sepertinya. Pilihannya untuk memberitakan kebenaran ternyata suatu hal yang sia-sia karena pada akhirnya idealisme juga butuh dukungan supaya tidak diperjual-belikan bagi mereka yang memegang kuasa. 

Berita memang penting, tapi kebenaran lebih penting

Tagline yang dipakai Li-Min untuk program acaranya bukan omong kosong belaka. Keteguhan yang dipegang juga ditunjukkannya selama mencari bukti tentang kebenaran kasus Shi-Yun, meskipun ia harus berhadapan dengan orang yang lebih kuat darinya. Alih-alih mengikuti kemauan sponsor, Li-Min justru memutuskan membuka kanal media pribadi yang tidak terikat dengan pihak mana pun. Sikap ini dipilihnya demi menjaga prinsip untuk tetap tidak memberitakan kebohongan. Berita memang penting, tapi kebenaran lebih penting.

Secara keseluruhan, The Post-Truth World sangat direkomendasikan bagi penyuka genre misteri. Chen I-Fu berhasil mengemas filmnya dengan rapi dan tajam namun tetap ringan. Iringan musik yang dipakai pun sederhana sehingga tidak mengeruhkan suasana yang dibawa dari dialog orisinilnya. Klimaks film ini disajikan begitu dalam dan mengalir sampai-sampai penonton tidak sadar telah hanyut ke dalam plot yang keliru. Keraguan para tokoh yang dimunculkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan turut serta membawa premis penonton goyah; membuat kebenaran yang dipercaya sejak awal kembali diuji. 

Jadi, apakah kau memercayai kebenaran?

(Visited 265 times, 1 visits today)
*) Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya tahun 2020. Sekarang aktif sebagai Sekretaris LPM Perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts

Apa yang kamu cari?