Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

DPM FISIP Konfirmasi Adanya Kasus Kekerasan Seksual di SKJ

Wakil - Sekretariat DPM FISIP UB (PERSPEKTIF/Gratio)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengkonfirmasi adanya kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu rangkaian program kerja Serenata Kisah Jingga (SKJ) dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UB, yaitu Invasi Goyang Dendang (IGD) pada 16 September lalu. 

“Untuk peristiwa kekerasan seksual di SKJ sudah ada laporan yang masuk,” tutur salah seorang Anggota Komisi IV DPM FISIP UB, Mazzay Majdy Makarim kepada Tim Perspektif (1/10).

Ia lalu menambahkan, kasus kekerasan seksual tersebut kini tengah dikawal oleh anggota-anggota DPM FISIP UB. 

“Dari teman-teman DPM sendiri yang juga melakukan pengawalan terhadap kasusnya,” jelas Mazzay. 

Regis Reni, mahasiswa Jurusan Ilmu Politik 2019 menyayangkan kabar ini. Ia lalu berujar bahwa tidak terbitnya rilis pers yang secara lengkap menjelaskan dugaan kasus kekerasan seksual ini dari DPM maupun BEM membuat mahasiswa hanya fokus pada isu minuman beralkohol saja.

“Jangan pernah membenarkan kesalahan apapun hanya agar terlihat memiliki citra baik, aman, dan sempurna. Kasus ini, harus dikawal sampai tuntas. Keberpihakan haruslah jatuh ketangan korban,” tegasnya (3/10). 

Lenia Ajeng, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2019 menyatakan program kerja BEM sebagai lembaga eksekutif seharusnya dapat menciptakan ruang aman bagi mahasiswa, tapi yang terjadi kali ini malah sebaliknya.

“Menurutku kasus kekerasan seksual ini menunjukan pentingnya memilih pemimpin dan perwakilan mahasiswa yang tak hanya paham cara membuat acara kampus ataupun mengawasi acara kampus tersebut, tapi juga punya perspektif gender sehingga setiap program kerja bisa menciptakan inklusivitas gender di tataran kampus,” tuturnya (3/10).

Sebelumnya, lewat kolom komentar rilis pers hasil pemanggilan BEM oleh DPM pada Selasa (27/9) dan rilis pers penyalahgunaan PDH BEM (28/9), telah banyak beredar isu mengenai kekerasan seksual yang terjadi dalam rangkaian acara IGD. Namun, saat itu belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait mengenai hal ini dan hanya mengakui adanya pelanggaran administrasi serta penjualan minuman beralkohol. (gra/dhs)

Baca Juga:

Sanksi Memorandum I kepada BEM FISIP Dianggap Terlalu Ringan
(Visited 891 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts