Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Catatan Kecil untuk Rektor Baru

Ilustrator: Putri Gemilang
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Senin, 27 Juni 2022 menjadi hari bersejarah bagi Prof. Widodo, mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) karena resmi dilantik menjadi Rektor baru Universitas Brawijaya (UB) untuk periode 2022-2027. Terlepas dari alasan utama keterpilihannya yang masih menjadi rahasia bagi seluruh masyarakat UB – kecuali para anggota Majelis Wali Amanat (MWA), namun visi dan misi Prof. Widodo untuk masa depan UB kedepannya cukup bisa dibilang inovatif dengan tidak hanya mengedepankan aktivitas pendidikan, tapi juga penelitian, serta praktik. Apalagi taglineGo Collaboration for Go Globalization” yang terdengar begitu ambisius untuk menjadikan UB sebagai kampus berskala internasional. 

Namun sayang seribu sayang, visi ambisius tersebut terkesan hanya menjadikan Universitas Brawijaya bak mesin pencetak prestasi, mesin pelaksana riset, dan mesin industri semata demi mencapai reputasi internasional. Padahal, Universitas Brawijaya terdiri dari insan-insan yang memerlukan ruang aman di lingkungan kampus tempatnya beraktivitas. Tak pernah terdengar gagasan serius Prof. Widodo untuk menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari pelecehan dan kekerasan seksual, ramah bagi setiap gender, inklusif bagi teman-teman disabilitas, serta mampu menjamin kesejahteraan mahasiswa dalam hal Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang semakin mengkhawatirkan menyusul dengan peralihan status UB menjadi PTN-BH. Bahkan dalam suatu kesempatan Prof. Widodo menyatakan kenaikan UKT merupakan hal yang tak dapat dipungkiri. 

Ihwal adanya berbagai ruang-ruang kosong dalam visi Prof. Widodo yang telah dipaparkan di atas, kami berharap bahwa apa yang tak terucap, bukan berarti tak ada niat. Oleh karena itu, besar harapan agar Prof. Widodo dapat memperhatikan berbagai hal tersebut sehingga amanah menjadi rektor UB dan tidak terkesan sebagai operator mesin semata. 

Selamat Prof. Widodo. Semangat!

Redaksi LPM Perspektif

Baca Juga:

Ketiga Calon Rektor UB Tak Pungkiri Kemungkinan Kenaikan UKT

Penanganan Kekerasan Seksual Tidak Menjadi Prioritas Ketiga Calon Rektor UB

(Visited 76 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts