Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Menutup Bulan Ramadhan dengan Kebaikan I’tikaf

Kegiatan I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan oleh Masyarakat Cirebon (PERSPEKTIF/Safira)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Cirebon, PERSPEKTIFBerakhirnya Bulan Ramadan menyisakan kekosongan di hati umat muslim. Bagaimana tidak, bulan suci penuh ampunan ini menjadi sebuah momentum yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam di dunia. Allah SWT menjanjikan ganjaran-ganjaran bagi siapapun yang tulus beribadah kepada-Nya. Semangat umat muslim dalam meraih ganjaran pun masih tersisa bahkan sampai di penghujung bulannya. Terlebih  sepuluh hari terakhir Ramadan digadang-gadang sebagai malam yang paling mulia atau biasa disebut malam Lailatul Qadar – malam yang lebih baik daripada seribu bulan. 

Semangat meraih ganjaran di penghujung malam Ramadan pun tergambar pula pada masyarakat Cirebon, mereka berbondong-bondong menyalakan api antusiasmenya untuk beri’tikaf memenuhi Masjid At-Taqwa, Kota Cirebon, Jawa Barat. Jamaah i’tikaf mulai berdatangan sejak pukul 18:30 untuk terlebih dahulu menunaikan Salat Tarawih. Jamaah i’tikaf terus bertambah dan membuat masjid menjadi penuh sesak.

“Lebih banyak sekarang jamaahnya daripada yang dulu. Jadi masyarakat keliatannya lebih antusias,” ujar Ela, salah satu anggota Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) At-Taqwa saat ditemui tim Perspektif. 

I’tikaf tahun ini tentu sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini i’tikaf dipimpin oleh penceramah kondang Buya Yahya.  Kehadiran Buya Yahya sebagai pengisi juga turut mempengaruhi banyaknya jumlah jamaah i’tikaf pada ramadhan tahun ini. Bahkan i’tikaf kali ini mengusung sebuah tema yakni berkenaan dengan ancaman daripada dosa-dosa besar. Beberapa hal yang sempat disinggung adalah mengenai dosa zalim kepada orang lain, hak waris, dosa syirik, serta perilaku anak terhadap orang tua.  Walaupun terkesan penuh sesak, ini tidak membuat para jamaah kehilangan khusyuknya dalam menjalani ibadah dan mendengarkan ceramah.

Tidak hanya itu, Masjid At-Taqwa juga menyediakan makanan untuk berbuka dan sahur, sehingga jamaah tidak perlu repot-repot mencari makan lagi. Masjid juga ditata dengan bersih dan rapi. Bahkan tersedia pula karpet-karpet yang diperuntukkan agar jamaah dapat beristirahat. 

Salah satu pihak masjid atau perwakilan DKM Masjid At-Taqwa, Ela pun mengaku bahwa hal tersebut juga menjadi upaya agar masjid tetap ramai dan jamaah dapat meninggalkan masjid dalam keadaan yang bersih.

“Semoga kedepannya lebih kompak, lebih ramai, dan lebih rapi lagi lah,” ucap Ela. 

Masjid At-Taqwa Kota Cirebon juga menjadi pilihan para jamaah, khususnya jamaah perempuan karena keamanannya. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari salah satu jamaah i’tikaf, yakni Nunung. 

“Karena di masjid At-Taqwa itu juga dibuka untuk jamaah perempuan ya, dan friendly banget gitu, aman untuk jamaah perempuan beri’tikaf di sana, enak,” ujarnya. 

Nunung juga mengaku bahwa tujuan mengikuti kegiatan i’tikaf ini adalah untuk fokus memperbanyak ibadah dan mencari lailatul qadar. Sebagai pengalaman pertamanya. Ia mengaku ketagihan dan berharap dapat mengikuti kegiatan i’tikaf di tahun selanjutnya.

“Nagih, nagih banget karena tahun ini pertama kali mengikuti i’tikaf, jadi kerasa banget banyak sekali manfaatnya. Bisa introspeksi, mengevaluasi diri, merenung atas dosa-dosa yang sudah dilakukan sebelumnya gitu. Mengingat lagi, memohon ampun, dan memperbanyak istighfar, tilawah serta sholat sunnah,” tutupnya. (saf/rsa)

(Visited 32 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts