Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Kasus Covid Melonjak, UB Tetap Selenggarakan KKN Luring

Informatif- Tampilan laman web KKN Tematik UB. (PERSPEKTIF/Shinta Bella)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIFKuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Brawijaya (UB) tahun ini tetap dilaksanakan, meski di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang masih tinggi di Indonesia. Jumlah kasus positif Covid-19 hingga 17 Juni 2021 mencapai 1,93 juta jiwa dengan 12 ribu kasus baru dalam satu hari. Akan tetapi, UB tetap menyelenggarakan KKN Tematik mulai 14 Juni 2021 dengan berlokasi di 20 desa/kecamatan dari 12 kabupaten di enam provinsi, termasuk daerah di luar Pulau Jawa, seperti Bintan dan Kutai Barat.

KKN Tematik merupakan salah satu program tahunan yang diadakan UB sebagai terobosan untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian dosen. Program ini menjadi salah satu indikator kinerja utama universitas dan telah diselenggarakan di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari lingkar kampus yakni Malang Raya hingga luar Pulau Jawa.

Pengurus KKN Tematik UB, Muhammad Arwani, mengatakan bahwa tidak ada pertimbangan khusus terkait penetapan lokasi KKN.

“Tidak ada pertimbangan khusus lokasi KKN karena lokasi disesuaikan dengan program pengabdian dosen, sehingga pemilihan lokasi bergantung pada masing-masing dosen pengusul kegiatan pengabdian,” ucap Arwani.

Terkait semakin tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia, Arwani mengungkapkan bahwa berbagai macam pembekalan dan antisipasi turun lapangan di saat pandemi telah dilakukan. Pembekalan juga menekankan pada prosedur pelaksanaan pengabdian di lapangan hingga pengawasan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

“Antisipasi turun lapangan di saat pandemi Covid-19 sudah dilakukan. Dimulai dari pembekalan mengenai prosedur turun lapang, konfirmasi orang tua atau wali, juga pendampingan serta controlling kegiatan untuk meminimalisir kontaminasi Covid-19,” jelasnya saat ditanya awak Perspektif (14/06).

Ia menambahkan, pertimbangan panitia untuk tetap melaksanakan KKN pada tahun ini adalah tertundanya kegiatan KKN tahun lalu akibat larangan kegiatan akademik secara luring oleh rektor.

“Tahun ini pelaksanaan KKN dapat dilakukan tentu dengan standar protokol kesehatan yang sesuai, dan peserta telah mendapatkan berbagai pembekalan prosedur turun lapangan di masa pandemi, sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mempercepat penanganan Covid-19,” tutur Arwani.

Sementara itu, Saiyan Albiyansyah, Mahasiswa Fisika 2018 yang juga menjadi peserta KKN Tematik 2021 mengatakan bahwa niatnya mendaftar karena penasaran dengan program pengabdian tersebut.

“Awalnya penasaran dan mulai tertarik karena pelaksanaan KKN di luar Pulau Jawa akan menjadi pengalaman yang berkesan ketika diterima dan dijalankan,” ungkapnya.

Saiyan juga mempertimbangkan beberapa hal yang mendasarinya ikut mendaftarkan diri di tengah pandemi Covid-19. Hal yang ia pertimbangkan adalah waktu libur, jumlah Sistem Kredit Semester (SKS), serta fasilitas dalam KKN Tematik itu sendiri.

“Beberapa hal yang menjadi pertimbangan, seperti waktu liburan, menambah SKS mata kuliah minat apabila ikut KKN Tematik, fasilitas KKN yang memberikan biaya keberangkatan dan penginapan serta banyak bimbingan dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan,” jelasnya (12/06).

Lain halnya dengan yang disampaikan Fandu Andhika, mahasiswa Ilmu Hukum 2018. Ia mengungkapkan bahwa alasannya memilih KKN Tematik adalah karena lebih menantang dan waktu yang relatif lebih singkat.

“Sebenarnya KKN ini saya ikuti untuk memenuhi mata kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di mana kita diberi 3 pilihan; magang, membuat video, atau KKN. Saya memilih KKN karena menurut saya KKN lebih menantang dan durasinya juga lebih singkat dibandingkan magang, yaitu hanya satu bulan,” ujar Andhika (15/06).

Terkait persyaratan khusus dalam mengikuti KKN Tematik ini, Andhika mengatakan bahwa terdapat persyaratan mengenai surat izin orang tua dan surat bebas Covid-19. Mahasiswa yang lolos tetapi tidak mendapatkan izin orang tua maka tidak diizinkan untuk berangkat. Ia juga menambahkan bahwa dalam KKN Tematik ini, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas tes swab antigen secara rutin ketika sudah berada di lokasi tujuan, demi menjaga keamanan bersama.

“Sebelum berangkat, mahasiswa diharuskan melakukan swab antigen yang akan dibiayai oleh rektorat. Saat sudah di tempat KKN nanti juga akan diadakan swab antigen secara berkala dua minggu sekali atau seminggu sekali guna mematuhi dan menjamin keselamatan warga dan juga peserta KKN di lokasi,” tutupnya. (bel/tnl/mga/mim)

(Visited 96 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts