Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tepian Kota

Ilustrasi Puisi. (PERSPEKTIF/Ibet)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Oleh: Kumba P. Dewa*

Ilustrasi Puisi. (PERSPEKTIF/Ibet)

Ilustrasi Puisi. (PERSPEKTIF/Ibet)

Orang hanya pandang itu produk gagal gemerlap metropolitan

Korban dongeng semu tujuh turunan

Di mana tiap tembok hasilkan kekayaan tak habis dimakan

Sedang turunannya sendiri lupa kapan mereka mengenal jamban

 

Akibat debu fatamorgana tepian kota yang memanjakan

Kekayaan, kekuasaan, hingga keberadaan insan

Tak tahu cuma debu-debu candu duniawi yang ditiup setan

Langkah tiga bulan, terjebak di bawah kolong jembatan

 

Orang pandang tepian kota itu produk gagal transmigrasi

Gedek-gedek dan ghetto-ghetto berbaris seperti keledai

Isinya korban harapan palsu gemerlap moyang yang berandai-andai

Tiap pagi tadahkan tangan dan berbaris rapi

 

Tidak ada pilihan selain menggelandang di tengah monyet berdasi

Anggap mereka manusia paling hina di muka bumi

Janji wali-wali ibu pertiwi hanya omong-kosong sejati

Janji kemahsyuran para pencari gemerlap kemewahan duniawi

 

*)Tentang Penulis: Penulis merupakan mahasiswi Psikologi Universitas Brawijaya 2014. Saat ini ia aktif menjadi Pimpinan Divisi Sastra LPM Perspektif.

(Visited 193 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beda

Iklan

E-Paper

Popular Posts