Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Sambut Maba, Gedung Baru FISIP Belum Rampung

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Pembangunan gedung baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang direncanakan untuk men­gatasi permasalahan ke-terbatasan ruang kelas ma­sih belum selesai. Gedung baru tersebut masih dalam tahap pertama pengerjaan. Padahal jumlah mahasiswa FISIP semakin bertambah dengan adanya mahasiswa baru tahun 2016 sebanyak 1.251.

“Untuk pembangu­nannya ada empat tahap. Tahap pertama masih ber­jalan 20%. Rencananya tahap pertama selesai bu­lan Desember ini,” terang Kepala Urusan Perenca­naan dan Pengadaan, Sutan Rachman, Selasa (31/8).

Sutan menjelaskan, gedung baru yang difung­sikan juga sebagai perkan­toran, tempat parkir, hall, ruang pascasarajana, dan laboratorium terpadu itu akan selesai tahun 2020. Akan tetapi Sutan menjan­jikan pembangunan ruang kelas yang berada di lantai empat akan selesai pada bu­lan Agustus tahun 2017.

“Kendalanya sebe­narnya ada di pendanaan. Sebenarnya pembangunan ini direncanakan tiga tahap, Karena dananya tidak cuk­up, dijadikan empat tahap,” lanjutnya. Terkait dengan masalah pendanaan ini, disebabkan adanya peruba­han sistem pengelolaan an­ggaran oleh rektorat.

Mengingat adanya mahasiswa baru, Sutan me­nuturkan bahwa sudah ada pembicaraan dengan pihak akademik terkait terbatasn­ya ruang kelas di FISIP. Selama ini, 29 ruang kelas di FISIP kurang memadai untuk menampung jum­lah mahasiswa FISIP yang berjumlah sekitar 6000. Untuk itu, apabila memang terpaksa perkuliahan nanti akan dilaksanakan hingga hari Sabtu.

Harnanto selaku Kepala Sub Bagian Akade­mik memang mengakui, jumlah mahasiswa yang bertambah membuat ba­gian akademik kesulitan untuk mengatur ruangan. Namun, ia membantah adanya rencana perkuliah­an hari Sabtu.

“Secara resmi tidak ada rencana perkuliahan di­adakan hari Sabtu, apalagi sesuai peraturan, perkulia­han hari Sabtu dan Minggu dilarang,” tegasnya. (anw/ kmb/rip)

 

(Visited 231 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts