Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Gunakan Gedung Tambahan, Malah Tak Maksimal

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

FORMASI - Ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) membentuk formasi papermob logo PIMNAS XXVI usai upacara, Selasa (30-8), atas pencapaian UB menjadi juara umum

Malang, PERSPEKTIF – Setelah upacara penerimaan mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) di lapangan rektorat, para maba melanjutkan acara lainnya di empat gedung yang telah disediakan yaitu Gedung Samantha Krida, Gedung Olah Raga (GOR) Pertamina, UB Sport Center dan Graha Medika. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggunakan tiga gedung.

Sekretaris Pelaksana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PKKMU), Lintang Aditya Pusparini, menyatakan hal ini dilakukan demi kenyamanan maba. Ia mengakui, meski Graha Medika tidak sebesar gedung lainnya, namun cukup mengurangi beban gedung lainnya. “Mengingat jumlah maba yang banyak dan mengambil pengalaman dari tahun lalu maka diputuskan untuk menggunakan Graha Medika juga,” tutur Lintang.

Sementara itu, di GOR Pertamina maba mengeluhkan beberapa hal yang membuat kegiatan di dalam GOR tidak maksimal. “Di dalam panas dan pengap, jumlah orangnya terlalu banyak,” ujar Aldrian Febriansyah, mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Selain itu, penggunaan live streaming juga dikeluhkan oleh maba. “Sistem live streaming itu tidak efektif, lebih baik pemateri masuk langsung sehingga maba dapat berinteraksi langsung dengan pemateri, selain itu mahasiswa yang duduk di belakang  tidak dapat mendengarkan dengan jelas dan live streamingnya juga terputus-putus ditambah lagi suasana yang panas,” keluh Radam Ismantoro Dismawarno, mahasiswa baru Fakultas Hukum.

Di sisi lain, Doni Prasetyo, salah satu operator mesin pendingin ruangan mengatakan perbandingan antara jumlah orang dengan pendingin di GOR Pertamina tidak ideal. “Kapasitas pendingin itu ada hitungannya, seperti lebar dan tinggi gedung, paling tidak menggunakan 15 Air Conditioner dan blower agar ruangan dingin,” ujar Doni.

Ketika ditanya terkait penggunaan tempat ini, Lintang mengaku inti kegiatan di masing-masing tempat sama. “Rolling rundownnya saja yang berbeda. Soal live streaming, memang tidak semuanya ada, misalnya di Graha Medika yang tidak menggunakan live streaming karena keterbatasan tempat. (ttm/wur/nin)

(Visited 379 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts