Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

MWA Unsur Mahasiswa di UB Krusial, Tapi Belum Maksimal

Beberapa kendaraan melintas di Bundaran Universitas Brawijaya (PERSPEKTIF/Gratio)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF Perubahan status Universitas Brawijaya (UB) dari PTN-BLU menjadi PTN-BH memunculkan istilah baru yaitu Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UM) yang kini mulai mendapat perhatian, khususnya di kalangan mahasiswa UB. MWA UM bertindak sebagai organ aktif dalam penyaluran aspirasi mahasiswa yang diwakili oleh Nurcholis Mahendra selaku Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) nyatanya masih belum maksimal dalam beberapa hal.

“Terdapat beberapa kekurangan dari MWA di UB. Di sini memang dari branding-nya, sehingga mungkin banyak mahasiswa yang belum memahami fungsi dari MWA itu apa. Kedepannya akan mencoba membuat sesuatu agar teman-teman dapat memahami mengenai MWA lebih lanjut,” jelas Enda kepada Tim Perspektif (22/5).

Fachrozi Reza, mahasiswa Ilmu Politik menyatakan bahwa MWA UM di UB memiliki peranan penting dan krusial sebagai salah satu organ yang mempunyai fungsi strategis dalam arah kebijakan dan perencanaan universitas. 

“Menurutku kalau ditanya dampak belum terlalu terlihat ya sejauh ini. Kan sejauh ini belum ada kebijakan-kebijakan yang memang strategis dan hanya Pilrek (Pemilihan Rektor) saja,” ujar Fachrozi (15/5).

Ia lalu menyampaikan kritiknya terhadap MWA UM di UB yang sebaiknya dapat melakukan negosiasi dengan para anggota MWA lainnya agar dapat berpihak kepada kepentingan mahasiswa dan bukan sekedar melakukan jaring aspirasi, diskusi publik, serta catatan kritis saja.

Wawancara bersama MWA UM dari Universitas Gadjah Mada

Selain itu, MWA UM di UB juga belum memiliki kelembagaan sendiri seperti di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah memiliki MWA UM dengan badan kelengkapannya sejak lama.

“MWA UM di UGM ini juga memiliki fungsi lain di bidang pengadvokasian, yaitu sebagai inisiator dan juga sebagai upaya terakhir, karena MWA UM ini merupakan satu-satunya perwakilan mahasiswa di organ UGM. Misalnya terdapat permasalahan mengenai tata kelola kampus atau hal yang dirasa bermasalah oleh MWA UM atau ketika telah disuarakan masih belum membuahkan hasil, maka disinilah peran MWA UM,” jelas Agoes Kevin selaku Ketua MWA UM UGM (14/5).

Berkaitan dengan sosialisasi, ternyata masih ada mahasiswa yang baru mengetahui fungsi dan peran dari MWA UM di UB karena minimnya sosialisasi. Hal ini diungkapkan oleh Syifa Anindya, mahasiswa Hubungan Internasional. 

“Tidak ada sosialisasi, jujur aku pribadi tahu MWA ini bahkan dari lingkar kastrat dan ini juga isu kampus yang lagi naik, jadi tahu nya dari situ,”  ujar Syifa (14/05). (uls/zs/ads)

Baca Juga:

Jelang Sidang Pleno MWA, Mahasiswa Tanggapi Upaya Penjaringan Aspirasi oleh EM UB

(Visited 108 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts