Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Dua Tahun Sepi, Akhirnya Yogyakarta Menerima Pemudik Lagi

Senja di Kota Yogyakarta (PERSPEKTIF/Dayinta)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Yogyakarta, PERSPEKTIF – Setelah dua tahun tidak menerima pemudik dari luar kota karena pandemi Covid-19, akhirnya Pemerintah Kota Yogyakarta mulai membuka pintu bagi pemudik dari penjuru kota di Indonesia pada tahun ini.

Heroe Poerwadi selaku Wakil Walikota Yogyakarta menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan menimbang turunnya kasus Covid-19 di Yogyakarta dan pelaksanaan vaksinasi booster sudah mencapai target yakni 80%. 

“Yogyakarta harus mulai mengambil peran untuk menjadikan momentum lebaran dan mudik ini bisa menjadi momentum untuk pemulihan sosial dan ekonomi,” ujar Heore kepada Awak Perspektif (2/5). 

Heroe juga menambahkan dalam mengantisipasi Covid-19 maka yang dilakukan adalah meminta masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes), memperbanyak tempat vaksinasi, melibatkan masyarakat dan satuan tugas (Satgas) Covid, membuka posko pelayanan masyarakat, dan pengaturan lalu lintas. 

Hal ini membawa dampak positif bagi pemudik di Kota Yogyakarta seperti Fiona Almyra. Ia merasa sangat senang karena akhirnya dapat bertemu dengan keluarganya (8/5). Tak berbeda jauh, Shalma Dinda juga merasakan hal yang sama. Ia mengatakan untuk mudik tahun ini cukup mudah karena tidak perlu swab ataupun pake surat izin RT/RW, cukup vaksin 3 dosis aja (8/5).  

Berbeda dengan tanggapan Fiona dan Shalma, Nayla Dhiyaa Izzati, warga Yogyakarta merasa bahwa Pemerintah belum siap 100% terhadap datangnya pemudik di Yogyakarta ini.

“Menurutku kesiapan yang disiapin sama pemerintah kurang merata di segala aspek, contohnya pemerintah kayanya berfokus sama posko kesehatan tapi kurang fokus ke gimana ngatur sistem jalannya jadi kewalahan di macet. Sistem di jalanan sebaiknya diperbaiki, dikarenakan Kota Yogyakarta menjadi sangat macet,” ujar Nayla (6/5).

Selanjutnya Rika Eswandari, warga Kota Yogyakarta juga berpendapat bahwa kebijakan yang ditetapkan ini masih aman selama protokol kesehatan (Prokes) masih diterapkan dan dijaga dengan ketat jangan sampai lengah. Ia juga berharap dengan dibuka pemudik ke Yogyakarta dapat membuat berkumpul kembali dengan keluarga dan bisa untuk meningkatkan pendapatan pariwisata yang 2 tahun ini mati (5/5). (dt/uaep)

(Visited 53 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts