Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Tingkat Penyebaran Covid-19 Menurun, UB Laksanakan UTBK SBMPTN dengan Prokes

Sore – Lapangan depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (PERSPEKTIF/Gratio)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIFPelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan segera berlangsung pada 17-23 Mei 2022 untuk gelombang 1 dan 28 Mei-3 Juni untuk gelombang 2. Untuk itu, Universitas Brawijaya (UB) kini telah melakukan berbagai persiapan pelaksanaan termasuk protokol kesehatan (Prokes).  

Heri Prawoto selaku Koordinator Perencanaan, Akademik, dan Kerjasama mengatakan siap melaksanakan 1.380 tes tiap sesinya dan telah melakukan persiapan-persiapan lain. 

“Jadi kita sudah mendeteksi seluruh fasilitas laboratorium yang bisa melakukan tes UTBK baik spek-spek-nya, ruangannya, fasilitas pendukungnya. Semua sudah kita identifikasi, ruang yang terpakai di UB ada 17 tempat, terdiri dari 60 ruang yang akan dipakai. Dan kondisi ruangnya ada di kampus Brawijaya semua, kita tidak menggunakan ruang di luar kampus Brawijaya,” ucapnya (20/4). 

Ia lanjut menjelaskan bahwa protokol kesehatan yang berlaku selama  UTBK di UB kurang lebih sama dengan yang diterapkan pada tahun sebelumnya. Peserta yang mengikuti UTBK di UB tidak diwajibkan membawa hasil tes Covid-19 baik Swab Test maupun PCR.

Semantara itu, Desak Nyoman Devi Adelia Yusnita, mahasiswa Administrasi Publik 2021 yang mengikuti UTBK tahun 2020 di Fakultas Kedokteran UB, menuturkan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan sudah baik dan sesuai dengan aturan. Ia juga berharap UB tetap mempertahankannya pada UTBK tahun 2022 (20/4).

Selanjutnya, Avelia Evelyn Dwi Novita, mahasiswa Hubungan Internasional 2021 yang mengikuti UTBK di Fakultas Pertanian UB mengatakan walaupun pelayanan dan pelaksanaan UTBK sudah baik, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. 

“Saat di ruangan ujian itu jaraknya terlalu deket. Semoga tetap jaga prokes, tetap cek suhu di dalam gedung, menyediakan handsanitizer juga, sama sedia sabun cair di wastafel soalnya waktu itu cuma sabun batangan,” harapnya (18/4).  (sr/alc/uaep)

(Visited 73 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts