Oleh: Naura Thabina Nastiti*
Mereka bilang, kata-katamu hanyalah lelucon
Mereka bilang, kau hanya bercanda
Ketika dirimu dan melontarkan komentar-komentar pedas dan olokkan yang tak pantas
Dengan mudah kata-kata kasarmu keluar begitu saja dari mulutmu
Seakan maknanya tidak penting bagi mereka yang kau cintai
Boleh saja kau berbuat sesuka hatimu
Berkata sesuai isi hatimu
Kau mengomentari parasnya, gerak-geriknya, logatnya,
Hingga kehidupan pribadinya pun kau olok sesuka hatimu
Seakan-akan orang yang kau maki bukanlah manusia
Yang memiliki hati nurani dan perasaan
Tetapi, apakah kau tahu
Betapa dalamnya luka yang kau buat
Hanya dari ejekkan dan makian yang kau lontarkan
Tahukah kau
Perkataanmu bagaikan peluru
Yang dapat melukai seseorang
*)Penulis merupakan mahasiswi Ilmu Psikologi angkatan 2019 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Saat ini aktif sebagai anggota Divisi Sastra LPM Perspektif.