Malang, PERSPEKTIF – Pelaksanaan wisuda merupakan perayaan bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan masa studinya. Namun, di balik perayaan tersebut, pelaksanaan wisuda Universitas Brawijaya (UB) masih memiliki permasalahan. Salah satunya ialah lamanya waktu tunggu pelaksanaan wisuda. Imbasnya, penyerahan ijazah juga ikut tertunda akibat waktu tunggu yang cukup lama.
Permasalahan ini disampaikan oleh Dinia Insana (12/3), mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi 2015. Dinia menuturkan bahwa ia harus menunggu sekitar tiga bulan untuk diwisuda. “Saya daftar itu bulan Desember, tanggal 28. Yudisium saya juga tanggal 10 Desember. Wisudanya tanggal 16 Maret,” ungkapnya. Dinia menilai bahwa waktu tunggu wisuda di UB lebih lama dibandingkan dengan universitas lainnya. Ia juga membandingkan dengan universitas lain, di mana waktu tunggu wisuda hanya berkisar satu minggu hingga satu bulan. “Jadi menurut saya UB terlalu lama antre. Bahkan nuansa wisuda itu sudah hilang menurutku karena menunggu terlalu lama,” tambahnya.
Serupa dengan Dinia, Eko Ludvy Zedniawan, mahasiswa jurusan Teknik Industri 2015, juga harus menunggu sekitar lima bulan untuk bisa wisuda. “Daftar wisuda baru Maret tapi katanya dapat periode setelah lebaran, sekitar bulan tujuh atau bulan delapan,” tuturnya. Terkait waktu tunggu wisuda yang lama, Eko menilai hal tersebut bisa berdampak positif dan negatif. Menurut Eko, waktu tunggu yang cukup lama dapat digunakan untuk mempersiapkan keperluan wisuda. Akan tetapi, juga bisa merugikan apabila mahasiswa yang telah lulus tidak bisa segera mengambil ijazahnya. “Kalau misalnya ada perusahaan yang menuntut harus sudah ada ijazah, itu minusnya,” tambahnya ketika dihubungi awak Perspektif melalui telepon pada Minggu (10/3).
Menanggapi hal tersebut, Agus Yuliawan Surasdijanto (1/3) selaku Kepala Bagian (Kabag) Akademik dan Pembelajaran UB menuturkan bahwa waktu tunggu wisuda paling lama adalah tiga bulan. Lebih lanjut, ia menjelaskan penyebab waktu tunggu wisuda dikarenakan adanya antrean mahasiswa yang ingin melaksanakan wisuda. “Tergantung antriannya itu tadi, ada fakultas yang juga antreannya banyak. Misalnya antreannya lima ratus tapi kuotanya hanya seratus,” jelasnya.
Senada dengan Agus, Aulanni’am (27/2) selaku Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UB menjelaskan bahwa faktor antrean dan kuota sangat mempengaruhi masa tunggu wisuda. “Tergantung kuotanya, kalau belum terpenuhi ya bisa dipakai wisuda, kalau sudah penuh secara otomotis ikut yang berikutnya,” terangnya. Ketika ditanya terkait apa saja faktor penentu kuota di setiap fakultas, Aulanni’am mengaku kurang mengetahuinya dengan alasan dia belum lama menjabat sebagai WR I.
Sementara itu, Kotok Gurito (25/2), Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kearsipan dan Hubungan Masyarakat (Humas) UB menuturkan bahwa idealnya waktu tunggu wisuda sekitar satu bulan. “Tapi ya itu, kalau lulusnya bareng dan banyak ya bisa sampai dua bulan. Kalau sampai empat bulan ya itu bisa diusulkan ke fakultasnya supaya tidak sampai menumpuk, terutama ke bidang akademik karena wisuda itu tanggung jawab akademik,” tegas Kotok.
Terkait masa tunggu wisuda, Perspektif mencoba membandingkannya di tiga fakultas berbeda yang ada di UB yaitu Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Suroto (19/2), Kasubag Akademik FH menuturkan bahwa waktu tunggu mahasiswa FH rata-rata berkisar dua periode wisuda. “Rata-rata paling lama dua periode. Kalau FH kuotanya maksimal 75,” jelas Suroto.
Berbeda dengan FH, waktu tunggu wisuda mahasiwa FTP lebih singkat. Kukuh Mahendra (20/2) selaku Staff Akademik FTP, mengatakan bahwa waktu tunggu wisuda mahasiswa di FTP hanya satu bulan. “Paling lama itu satu bulan,” tambahnya. Lebih lanjut dijelaskan oleh Dwi Setyo Handoko (20/2), Kasubag Akademik FTP, kuota mahasiswa FTP setiap periode wisuda sekitar empat puluh hingga lima puluh. “Kalau kita kan jatahnya empat puluh kadang lima puluh tergantung dari universitas juga. Tapi ya kita rata-rata memang empat puluh sampai lima puluh,” tambah Dwi.
Ike Sophi Hanna Isz, Kasubag Akademik dan Kemahasiswaan FISIP menuturkan bahwa jumlah kuota mahasiswa FISIP setiap periode wisuda sekitar delapan puluh hingga seratus. “Di FISIP itu tergantung animo mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya. Yang jelas, di FISIP itu sekitar delapan puluh sampai seratus jatahnya. Biasanya mendekati akhir semester bisa 150 sampai 200 pendaftar. Pokoknya kalau sudah daftar, nanti masuk ke daftar tunggu wisuda,” jelas Ike ketika ditemui awak Perspektif pada Jumat (22/2).
Menanggapi hal tersebut, Siti Kholifah (27/2), Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FISIP mengatakan bahwa wisuda idealnya tidak perlu menunggu. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengusulkan untuk menjadikan wisuda sebagai agenda tidak wajib. “Jadi, begitu mahasiswa lulus lalu diyudisium mereka sudah dapat ijazah mereka. Kalau pun ikut wisuda, itu pilihan mereka,” jelas Kholifah.
Selain masalah kuota dan antrean, Aulanni’am menjelaskan bahwa lamanya waktu tunggu wisuda tidak selalu disebabkan oleh kesalahan pihak universitas, namun juga bisa disebabkan oleh mahasiswa sendiri. “Setahu saya selama ini lancar-lancar saja. Mungkin itu karena mahasiswa setelah yudisium tidak langsung daftar. Syarat-syarat yudisium itu kan ada banyak. Mungkin menunggu lama karena menyelesaikan syaratnya itu, mungkin saja ya,” terang Aulanni’am.
Terkait lamanya waktu tunggu wisuda yang berdampak pada lamanya penyerahan ijazah, Agus menyampaikan bagi mahasiswa yang membutuhkan ijazah sebelum pelaksanaan wisuda dapat meminjam terlebih dahulu ke rektorat. “Tinggal pinjam di sini asal sudah ada lengkap, sudah lulus misalnya, dan sudah daftar wisuda,” jelasnya. Agus menuturkan bahwa dalam peminjaman ijazah, mahasiswa perlu untuk membayar jaminan sebesar Rp. 1.000.000,00. Uang jaminan tersebut nantinya akan dikembalikan kepada mahasiswa terkait ketika ijazah sudah diserahkan ke pihak rektorat dan sudah mengikuti pelaksanaan wisuda. “Ijazahnya dikembalikan dulu, biasanya satu minggu sebelum wisuda,” tutupnya. (dip/cup/wnd)
Uang lagi… Lagi-lagi uang.
UB. Paling lama wisudanya. Sayang sekali.
Jika waktu tunggu ijazah >3 bln, itu rugi waktu dan umur bagi mahasiswa yg akan cari kerja. Waktu 3 bln kuliah itu mungkin setara dg uang 1jt, 2 jt, 3 jt…
Wisuda ub relatif lama dibandingkan univ lain
Wisuda UB saya nilai terlalu lama, saya sendiri mengalami masa tunggu lebih dari 6 bulan. Beberapa alumni lain juga menunggu hingga 8 bulan. Klo dibandingkan dgn universitas lain bbrp kampus bahkan yang notabenenya hanya kampus swasta pinggiran mampu memproses wisuda alumninya lebih cepat.
Validasi data kelulusan dan pelaporan pddikti yang dilakukan pihak operator akademik menjadi salah satu penyebab lamanya pin ijazah turun. Akibatnya alumni terlambat wisuda
Anak saya kelulusan Nov.2021 sampai saat ini (sudah 2 tahun lebih) belum diwisuda juga. Sampaisekatangbelum dapat ijazah. Jadi melamar pekerjaan hanya dengan surat keterangan lulus dari jurusan. Apakah ada yang bisa membantu? Mohon bantuannya. Terima kasih.
UB dulu dan sekarang jauuuuh berbeda. Anak sy nunggu wisuda lama banget… Ijazah minta tolong discan aja susah, mesti bayar. Wisuda kelamaan jadi bikin frustasi anak2 yg lulus. Kesempatan ke dunia kerja sirna begitu saja. Pikirin dong p… Jangan duit mulu…
Terlalu lama nunggu wisuda anak saya jadi pengangguran mau cari kerja ditanya ijazah….UB benahi dan proses wisuda di percepatlah.