Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Rangkaian PKKMU Tak Bisa Berubah Karena SK Rektor

Sambutan Presiden EM UB saat pembukaan PKK MU 2018 di bundaran UB (PERSPEKTIF/Dicky)
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Malang, PERSPEKTIF – Raja Brawijaya merupakan acara yang diadakan oleh Universitas Brawijaya (UB) untuk menyambut mahasiswa baru. Terdapat tiga rangkaian acara dalam pelaksanaan Raja Brawijaya dari tahun ke tahun. Ketiga rangkaian tersebut, yakni Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas Brawijaya (PKKMU), Pembinaan Budi Pekerti dan Kepemimpinan (PBPK) dan Open House Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Muhammad Ariz Pratama selaku ketua pelaksana Raja Brawijaya 2018 mengungkapkan bahwa ketiga rangkaian acara Raja Brawijaya merupakan sesuatu yang sudah paten.“Ya pokoknya Raja Brawijaya itu sudah saklek lah istilahnya paten gitu. Dari awal terbentuknya itu ada tiga rangkaian besar PKKMU, PBPK, OH (red-Open House),” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Shallima Nada Puspa, wakil koordinator acara Raja Brawijaya 2018. Ia mengatakan bahwa tiga rangkaian acara tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) rektor dan akan selalu sama setiap tahunnya. “Sama, di SK rektor juga dikeluarkan kalau rangkaian Raja Brawijaya tetap tiga itu,” kata Shallima.

Ia menambahkan bahwa panitia tidak bisa mengubah rangkaian acara Raja Brawijaya. Hal itu dikarena rangkaian acara Raja Brawijaya merupakan peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak rektorat. “Tidak bisa soalnya kan gimana pun juga itu peraturan dari rektor. Kami juga mengikuti SK yang  dikeluarkan rektorat,” tutur Shallima.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ariz mengungkapkan bahwa untuk merubah rangkaian Raja Brawijaya merupakan hal yang sulit. Hal itu dikarenakan Raja Brawijaya merupakan sebuah sistem yang sudah disetujui oleh pihak rektorat. “Kalau dibilang merubah mungkin bisa tapi kembali lagi ke koordinasinya pihak rektorat. Hal itu sulit karena Raja Brawijaya itu ibaratnya sudah paten gitu,” ungkapnya.

Kendati demikian, panitia tetap bisa berinovasi pada tema serta konten-konten yang terdapat disetiap rangkaian acara untuk mengahadirkan nuansa baru. “Inovasinya itu di mana dari tiga rangkaian itu memiliki tema-tema tersendiri setiap tahunnya. Jadi inovasi terbaru dari setiap rangkaian itu yang bisa dijadikan pembeda dari tahun ke tahun,” jelas Ariz.

Sedangkan untuk tema, Raja Brawijaya tahun ini mengangkat tema Brawijaya Peduli Beraksi untuk Negeri. Tema ini dipilih dengan harapan nilai kepedulian dapat tertanam pada setiap rangkaian acara. “Karena yang sudah kami rasa mulai pudar di individu mahasiswa kayak gitu, nah disitu juga harapannya kita bisa menanamkan itu juga entah dengan cara kita menginovasikan rangkaian kita atau dengan kampanye-kampanye sosial,” terang Ariz.

Tak hanya itu, ada sedikit perbedaan pada rangkaian Raja Brawijaya kali ini. Raja Brawijaya 2018 memiliki susunan rangkaian acara yang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Acara Pembinaan Budi Pekerti dan Kepemimpinan (PBPK) yang biasanya ada pada rangkaian kedua, pada tahun ini ditempatkan pada rangkaian ketiga. Sedangkan Open House Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ditempatkan pada rangkaian ke dua. (dip/alf/ptr)

(Visited 505 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Iklan

E-Paper

Popular Posts