Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

KANELOP: Hadirkan Festival Makanan Bertemakan Peternakan

Ramai – Kerumunan pengunjung yang memadati booth-booth kuliner di acara Kanelop pada Jumat (16/9).
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Ramai – Kerumunan pengunjung yang memadati booth-booth kuliner di acara Kanelop pada Jumat (16/9).

Ramai – Kerumunan pengunjung yang memadati booth-booth kuliner di acara Kanelop pada Jumat (16/9).

Malang, PERSPEKTIF – Lembaga Semi Otonom (LSO), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB), Event Organizer (EO) Mixth, menyelenggarkan acara bertajuk “Kanelop” yang merupakan acara jelajah kuliner, pada Jumat (16/9). Bertempat di lapangan parkir Stadion Gajayana, dengan tema “Mellonsfolly Feast, Taste the Journey”, diikuti oleh sebanyak 42 boots makanan, dan lima truk makanan.

Muhammad Hafizh selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa pengambilan tema “Mellonsfolly Feast, Taste the Journey” diadaptasi dari peternakan yang ada di New Zealand serta ingin menghadirkan sesuatu yang baru dengan mengusung tema tersebut.

Mellonsfolly itu kita ambil dari daerah peternakan di New Zealand, terus kalau feast itu artinya makan besar. Kita ambil tema itu karena unik, dan di Malang kan belum ada festival makanan yang temanya peternakan,” ungkapnya

Terkait dengan antusiasme pengunjung, Hafizh menambahkan, acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 pagi ini, perkiraan jumlahnya mencapai lebih dari 500 pengunjung.

Salah satu penyewa booth pada acara tersebut Salman Asrizki mengungkapkan alasannya  mengikuti acara Kanelop bertujan sebagai brand awareness. “Biar orang-orang tahu brand kita, bukan cuma profit secara materi, tapi kita juga dapat nama, kita baru buka dua bulan ini,“ ujar Salman.

Menurut salah seorang pengunjung, Asry Sihombing, makanan yang dijajakan di Kanelop cukup beragam. Banyaknya mahasiswa yang membuka  booth di Kanelop menjadi wadah bagi mahasiswa yang tertarik dibidang wirausaha makanan.

“Kalau ada booth – booth kaya gini mereka (mahasiswa) jadi punya tempat khusus, dimudahkan dalam menjual usahanya,” pungkasnya. (lod/shv/lta)

(Visited 216 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

TAM

Iklan

E-Paper

Popular Posts